Harga Cabai Picu Inflasi 4,73 Persen di Pacitan, Pemkab Imbau Warga Tak Panic Buying
"Pemerintah daerah berharap masyarakat tetap berbelanja secara bijak sesuai kebutuhan agar kondisi pasar tetap stabil"

Pacitan, JBM.co.id-Memasuki hari ke-16 Ramadhan 1447 Hijriah, sejumlah harga komoditas kebutuhan pokok di Kabupaten Pacitan terpantau mengalami kenaikan. Lonjakan harga ini bahkan turut mendorong inflasi daerah hingga mencapai 4,73 persen pada pekan keempat Februari lalu.
Kenaikan tersebut terutama dipicu oleh naiknya harga berbagai komoditas hortikultura, khususnya cabai yang menjadi salah satu bahan pangan utama masyarakat selama bulan Ramadhan. Permintaan yang meningkat di tengah terbatasnya pasokan membuat harga cabai di pasaran merangkak naik.
Menanggapi kondisi tersebut, Sekretaris Daerah Pacitan, Maulana Heru Wiwoho Supadi Putro, mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan aksi panic buying. Pemerintah daerah berharap masyarakat tetap berbelanja secara bijak sesuai kebutuhan agar kondisi pasar tetap stabil.
Ia mencontohkan, di beberapa daerah sempat terjadi aksi pembelian bahan bakar minyak (BBM) secara berlebihan oleh masyarakat. “Fenomena tersebut dipicu oleh kekhawatiran atas isu penutupan Selat Hormuz yang berkaitan dengan meningkatnya tensi geopolitik akibat agresi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran,” ujarnya, Jumat (6/3/2026).
Menurut Sekda, kondisi seperti itu tidak perlu terjadi di Pacitan. Pemerintah daerah memastikan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan harga di pasar tradisional maupun jaringan distribusi pangan.
Apabila ditemukan lonjakan harga yang dinilai tidak wajar, pemerintah daerah siap mengambil langkah taktis guna menjaga stabilitas harga serta ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat.
“Selain pengawasan pasar, koordinasi dengan berbagai pihak juga terus dilakukan untuk memastikan distribusi komoditas tetap lancar, terutama selama bulan Ramadhan hingga menjelang Hari Raya Idulfitri,” tegas Top Manager Birokrasi Pemkab Pacitan itu.
Dari langkah tersebut, pemerintah berharap gejolak harga dapat dikendalikan dan masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan pokok tanpa kekhawatiran berlebihan.(Red/yun).




