Hari Jadi Pacitan ke-281 Bertepatan 1 Ramadhan. Bupati Aji: Anugerah Spiritual yang Menguatkan Arah Pembangunan Daerah
"Alhamdulillah, Hari Jadi Pacitan tahun ini bertepatan dengan 1 Ramadhan 1447 Hijriah. Ini sebuah anugerah yang tidak terhingga"

Pacitan,JBM.co.id-Kabupaten Pacitan kembali mencatatkan momen langka dan penuh makna dalam perjalanan sejarahnya. Peringatan Hari Jadi Pacitan ke-281 tahun ini bertepatan dengan hari pertama bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, tepatnya pada 19 Februari 2026. Peristiwa tersebut dinilai sebagai anugerah istimewa yang tidak dimiliki oleh banyak daerah lain di Indonesia.
Bupati Pacitan, Kanjeng Raden Tumenggung Indrata Nur Bayu Aji Reksonagoro, menyampaikan rasa syukur mendalam atas momentum tersebut. Menurutnya, beriringannya Hari Jadi Pacitan dengan 1 Ramadhan bukan sekadar kebetulan kalender, melainkan mengandung pesan spiritual dan filosofis yang kuat bagi seluruh elemen masyarakat dan penyelenggara pemerintahan.
“Alhamdulillah, Hari Jadi Pacitan tahun ini bertepatan dengan 1 Ramadhan 1447 Hijriah. Ini sebuah anugerah yang tidak terhingga,” ujar Bupati sebagaimana disampaikan melalui Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Pacitan, Luthfi Azza Azizah, Jumat (23/1/2026).
Bertepatan dengan bulan penuh rahmat, peringatan hari jadi daerah diharapkan tidak semata dimaknai sebagai agenda seremonial tahunan. Lebih dari itu, momentum ini menjadi ruang refleksi kolektif untuk menakar sejauh mana perjalanan pembangunan daerah telah berjalan, sekaligus menata arah langkah ke depan dengan nilai-nilai spiritual sebagai fondasinya.
Ramadhan mengajarkan kesabaran, kejujuran, pengendalian diri, serta kepedulian terhadap sesama. Nilai-nilai tersebut selaras dengan semangat tata kelola pemerintahan yang bersih, pelayanan publik yang berintegritas, dan pembangunan yang berorientasi pada kemaslahatan masyarakat luas. Dalam konteks ini, Hari Jadi Pacitan ke-281 menjadi pengingat bahwa kemajuan daerah tidak hanya diukur dari aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga dari kualitas moral dan sosial masyarakatnya.

Momentum 1 Ramadhan juga diyakini dapat memperkuat ikatan sosial masyarakat. Tradisi ibadah, kebersamaan dalam berbagi, serta meningkatnya semangat gotong royong selama bulan suci menjadi modal sosial penting dalam mendukung pembangunan daerah yang inklusif dan berkeadilan.
Dengan balutan nilai sejarah dan spiritual yang menyatu, peringatan Hari Jadi Pacitan ke-281 diharapkan menjadi titik tolak untuk memperkuat komitmen bersama antara pemerintah dan masyarakat. Sebuah komitmen untuk menghadirkan Pacitan yang tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga matang secara spiritual, berbudaya, dan berkepribadian kuat dalam menghadapi masa depan.(Red/yun).



