BaliBeritaDaerahDenpasarKeagamaan

Gregorius Fallo, Putra Timur Dipercaya Jadi Ketua Keamanan Gereja Bersejarah Santo Yosef Denpasar

Jbm.co.id-DENPASAR | Gereja Santo Yosef Denpasar (Kepundung), gereja Katolik tertua di Pulau Bali yang berdiri sejak 1935, kembali menghadirkan kisah pengabdian yang sarat makna.

Kali ini, sorotan tertuju pada sosok Gregorius “Fallo” Fallo, anggota Brimob Polri yang dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Keamanan Gereja Santo Yosef Denpasar.

Foto: Gregorius “Fallo” Fallo, anggota Brimob Polri yang dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Keamanan Gereja Santo Yosef Denpasar.

Kepercayaan tersebut bukan datang tanpa alasan. Fallo yang bertugas di Kesatuan Brimob Tohpati, Polda Bali, dikenal sebagai figur disiplin dan berintegritas tinggi. Lebih dari tiga dekade mengabdi sebagai anggota Brimob, ia konsisten menempatkan nilai pelayanan kemanusiaan sebagai bagian dari panggilan hidupnya.

Gregorius Fallo merupakan putra asal Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur. Anak dari pasangan Theresia Lenama dan Domi Fallo ini menjadi simbol kuat bahwa dedikasi dan ketulusan mampu melampaui batas geografis dan latar belakang.

Terpilihnya seorang putra Timur sebagai Ketua Keamanan gereja Katolik paling bersejarah di Bali pun menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur.

Selain menjalankan tugas pengamanan, Fallo juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial. Ia kerap terlibat membantu masyarakat, baik warga Timur maupun masyarakat Bali, melalui aksi-aksi kemanusiaan yang menanamkan nilai perdamaian dan persaudaraan lintas budaya.
“Hidup harus memiliki arti, berguna dan bermanfaat bagi banyak orang,” kata Fallo.

Prinsip hidup tersebut menjadi landasan perannya, baik sebagai aparat negara maupun sebagai pelayan gereja. Dedikasinya bahkan menarik perhatian salah satu media online nasional yang secara khusus melakukan wawancara untuk mengangkat kisah pengabdiannya ke ruang publik.

Tak hanya dikenal di lingkungan gereja, Fallo juga berperan sebagai pembina dan penasihat komunitas Timur Bali. Komunitas ini menjadi wadah pembinaan generasi muda asal Nusa Tenggara Timur yang merantau dan berkarya di Pulau Dewata.

Pada Perayaan Natal 24-25 Desember 2025, Gregorius Fallo bersama jajaran petugas keamanan lainnya menjalankan tugas penuh untuk memastikan seluruh rangkaian Misa Natal di Gereja Santo Yosef Denpasar berlangsung aman, tertib, dan khidmat. Kehadirannya memberi rasa aman sekaligus ketenangan bagi umat yang merayakan Natal.

Kisah pengabdian Gregorius “Fallo” Fallo menjadi pengingat bahwa pelayanan sejati tidak semata tentang jabatan, melainkan tentang kesetiaan, integritas, dan keberanian untuk menjadi berkat dimanapun seseorang ditempatkan. (red).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button