BeritaDaerahEkonomiPemerintahanSosial

Harga Cabai Melejit, Namun IPH Mengalami Deflasi -0,86 Persen

Kabag Ali "Walaupun cabai ada kenaikan, tapi masih di bawah batas atas Harga Acuan Pemerintah. Bahkan, IPH Minggu ke 3 November mengalami deflasi -0,86%"

Pacitan,JBM.co.id- Harga cabai di Pacitan, belakangan kembali menampakkan tren kenaikan.

Kenaikan harga cabai tersebut, menurut Kabag Perekonomian Setda Pacitan, Muhammad Ali Mustofa, kemungkinan disebabkan oleh beberapa faktor, seperti meningkatnya permintaan dan penurunan pasokan akibat pengaruh musim.

Harga cabai di Pacitan per hari ini sekitar Rp 42.000 per kilogram, menurut pantauan wartawan di lapangan. “Musim hujan dapat mempengaruhi produksi cabai,” ujar Ali, Senin (24/11/2025).

Ali mengatakan, musim penghujan dapat berdampak pada gagal panen. Lantaran curah hujan yang tinggi dapat menyebabkan tanaman cabai menjadi busuk atau terserang penyakit.

“Cabai yang terkena air hujan secara berlebihan dapat mengalami penurunan kualitas dan tidak dapat dipasarkan.

Musim hujan dapat menyebabkan keterlambatan panen, sehingga pasokan cabai menjadi tidak stabil dan harga cenderung naik,” jlentrehnya.

Terkait hal itu, Pemkab Pacitan akan melakukan pemantauan terhadap indeks perkembangan harga (IPH).

Menurut Ali, pemantauan harga cabai dan indeks perkembangan harga secara bersamaan dapat membantu pemerintah dan stakeholder terkait dalam mengantisipasi dan mengambil langkah-langkah strategis untuk mengendalikan harga dan menjaga stabilitas pasar.

Walaupun cabai ada kenaikan, kata Ali, tapi masih di bawah batas atas Harga Acuan Pemerintah. Bahkan, IPH Minggu ke 3 November mengalami deflasi -0,86%

“Pemantauan yang efektif dan periodik, diharapkan kenaikan harga cabai dapat diminimalkan dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan harga yang stabil,” tukasnya.(Red/yun).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button