BaliBeritaDaerahDenpasarKlungkungSosial

1,2 Ton Bantuan Pakan Disalurkan Donasi Digital Selamatkan 213 Anjing di Shelter Buleleng

Jbm.co.id-DENPASAR | Kolaborasi antara yayasan penyelamat satwa dan platform donasi digital kembali berdampak nyata bagi kesejahteraan anjing dan kucing terlantar di Bali.

Yayasan Suara Kasih Satwa Indonesia bersama official partner KitaBisa.com menyalurkan bantuan pakan untuk ratusan anjing dan kucing di Shelter One Kurnia, Singaraja, Kabupaten Buleleng.

Bantuan ini tidak hanya sekadar distribusi logistik, tetapi menjadi bukti kuat gerakan sosial berbasis digital mampu menjawab kebutuhan mendesak shelter, terutama terkait ketersediaan pakan.

Sebagai bagian dari proses distribusi, Yayasan Suara Kasih Satwa Indonesia menerima bantuan beras sebanyak 1,2 ton di UD Dewi Agung, Jalan Gunung Agung Nomor 257 Padangsambian, Denpasar, Senin, 27 April 2026.

Pembina Yayasan Suara Kasih Satwa Indonesia Maria Rini bersama Owner UD. Dewi Agung Jero Diah menyatakan pihaknya menerima 150 sak beras putih seberat 750 kg yang masing-masing beratnya 5 kg dan 450 kg beras jagung, sehingga totalnya 1,2 ton beras.

Selain beras, bantuan lain yang disalurkan berupa 15 sak dog food (pakan anjing), 900 kg daging ayam serta dukungan dana operasional untuk Shelter One Kurnia di Singaraja.

Shelter tersebut saat ini merawat 213 anjing yang tersebar di dua lokasi, dengan kebutuhan pakan harian yang cukup besar.

Bantuan dari para donatur dinilai sangat membantu menjaga keberlangsungan perawatan hewan-hewan rescue tersebut.

“Jadi, Yayasan Suara Kasih Satwa Indonesia sebagai official partner dari KitaBisa.com yang bisa membukakan galang dana untuk teman-teman Shelter rescuer atau feeder di Bali dan juga di Lombok serta Sumatera. Nah, seperti itu yang pernah kita lakukan,” kata Maria Rini.

Menurutnya, persoalan utama yang dihadapi sebagian besar shelter adalah ketersediaan pakan. Oleh karena itu, dukungan publik melalui platform digital menjadi solusi efektif untuk menjangkau lebih banyak donatur.

Melalui bantuan dari orang-orang baik tersebut, Maria Rini berharap banyak shelter yang akan terbantu, lantaran permasalahan paling mendasar berupa pakan untuk anak-anak kucing dan anjing yang direscue.

Maria Rini juga menekankan pentingnya solidaritas antar shelter dan feeder di Bali agar dapat saling menopang dalam kondisi darurat maupun kelebihan stok pakan.

“Kita prioritaskan kondisi anak-anak anjing dan kucing di beberapa Shelter yang memang jelas mereka sangat membutuhkan pakan. Itu akan kita bantu untuk galang dana dan transparansi. Apapun kebutuhannya, silakan kontak kami,” kata Maria Rini.

Sementara itu, Owner UD. Dewi Agung Jero Diah mengapresiasi dedikasi Yayasan Suara Kasih Satwa Indonesia yang dinilai mampu menjangkau banyak shelter sekaligus tetap mandiri dalam pengelolaannya.

“Itu hebat. Ibu Maria Rini bisa mengurus banyak Shelter, tapi dia sendiri mandiri ngurus Shelternya,” kata Jero Diah.

Jero Diah juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap hewan terlantar dengan cara sederhana, termasuk tidak menyakiti dan berbagi sesuai kemampuan. “Itu jangan disakiti. Setidaknya kalau kita ada sedikit bisa saling berbagi,” pungkasnya.

Sebagai bahan informasi, bahwa Yayasan Suara Kasih Satwa Indonesia terus berkomitmen meningkatkan kesejahteraan anjing dan kucing terlantar (ANABUL) di Bali melalui kegiatan rescue, perawatan, edukasi masyarakat, hingga pendampingan hukum dalam proses adopsi. (ace).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button