Wujud Cinta untuk Warga, Bupati Pacitan Imbau Manfaatkan Transportasi Umum Saat Mudik Lebaran
"Kami ingin seluruh warga Pacitan bisa merayakan Lebaran bersama keluarga dengan penuh kebahagiaan. Namun yang paling utama adalah keselamatan. Karena itu, kami mengimbau agar masyarakat mempertimbangkan penggunaan transportasi umum saat mudik"

Pacitan,JBM.co.id- Wujud kepedulian dan rasa sayang kepada masyarakat kembali ditunjukkan Bupati Pacitan, Kanjeng Raden Tumenggung Indrata Nur Bayu Aji Reksonagoro.
Menjelang arus mudik Lebaran nanti, orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pacitan itu mengimbau warganya agar memanfaatkan moda transportasi umum demi keselamatan dan kenyamanan perjalanan.
Imbauan orang nomor satu di Pacitan itu disampaikan melalui Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Setda Pacitan, Luthfi Azza Azizah, Rabu (25/2/2026).
Bupati, sambung Luthfi, menegaskan bahwa keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Imbauan ini disampaikan menyusul kondisi cuaca ekstrem yang diperkirakan masih akan berlangsung hingga Maret mendatang.

Menurutnya, penggunaan moda transportasi umum dinilai lebih aman, terutama di tengah potensi hujan lebat, angin kencang, serta risiko bencana hidrometeorologi yang dapat memengaruhi kondisi jalan. Selain itu, transportasi umum juga membantu mengurangi kepadatan lalu lintas dan potensi kecelakaan di jalur-jalur rawan.
Tak hanya itu, Bupati juga berharap pada Lebaran tahun ini pemerintah kembali menyediakan program mudik gratis seperti tahun-tahun sebelumnya. Program tersebut dinilai sangat membantu masyarakat, khususnya perantau, agar dapat pulang ke kampung halaman dengan biaya yang lebih ringan serta fasilitas perjalanan yang lebih terjamin keamanannya.
“Kami berharap program mudik gratis tetap ada tahun ini. Selain meringankan beban masyarakat, program tersebut juga menjadi bentuk perhatian pemerintah dalam memastikan perjalanan mudik berlangsung tertib, aman, dan nyaman,” tegasnya.
Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk selalu memantau informasi cuaca, memastikan kondisi fisik dan kendaraan prima, serta tidak memaksakan diri apabila kondisi perjalanan tidak memungkinkan.
Bagi Bupati, kata Luthfi, Lebaran bukan sekadar tradisi pulang kampung, tetapi momentum mempererat tali silaturahmi yang harus dijalani dengan penuh kehati-hatian. “Keselamatan adalah yang utama. Lebih baik sedikit bersabar di perjalanan, daripada mengambil risiko yang membahayakan diri sendiri dan keluarga,” pungkasnya.(Red/yun).




