Wisuda ke-36 ITB STIKOM Bali Luluskan 373 Magister, Sarjana dan Diploma Tiga Jadikan Institusi Berkelas Global

Jbm.co id-BADUNG | Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) STIKOM Bali menggelar Wisuda ke-36 Pascasarjana, Sarjana dan Diploma Tiga di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Kabupaten Badung, Senin, 20 Oktober 2025.
Pada wisuda ke-36 ini, ITB STIKOM Bali mewisuda 373 mahasiswa terdiri dari 14 Magister, 351 Sarjana dan 8 Diploma Tiga.
Dengan tambahan ini, total alumni mencapai 11.755 orang meliputi 40 Magister, 10.952 Sarjana dan 763 Diploma Tiga.
Rektor ITB STIKOM Bali, Dr Dadang Hermawan menyatakan wisuda merupakan acara rutin, yang dilaksanakan dua kali dalam setahun, agar tidak terlalu banyak dan tidak membebani proses pelantikan para wisudawan.
“Hari ini, pada 20 Oktober 2025, kami akan mewisuda 373 orang wisudawan, yang terdiri atas lulusan program Pascasarjana (Magister Komputer), program Sarjana, dan program Diploma Tiga,” kata Dadang Hermawan.
Selain itu, pihaknya juga melibatkan kelas Double Degree, yang bekerjasama dengan HELP University Kuala Lumpur, Malaysia.
“Jadi, wisudawan dari program Double Degree akan disaksikan langsung oleh pihak HELP University yang diwakili oleh Vice Rector Prof. Andi,” terangnya.
Untuk itu, pihaknya berharap seluruh wisudawan dapat melanjutkan kiprahnya dalam tiga jalur utama, yang disebut BMW, yaitu Bekerja, Melanjutkan Studi dan Wirausaha.
Bagi yang ingin bekerja, Dadang Hermawan berharap sebagian besar sudah terserap di dunia kerja.
Selain itu, pihak ITB STIKOM Bali juga bekerjasama dengan beberapa mitra, termasuk PT MDC serta program magang ke luar negeri di STAN. Program ini bisa diikuti oleh lulusan yang belum bekerja, yang ingin meningkatkan kariernya di luar negeri.
“Untuk yang ingin melanjutkan pendidikan, kami menyediakan berbagai kemudahan dan beasiswa, terutama bagi lulusan S1 yang ingin menempuh Magister Komputer,” paparnya.
Sementara itu, bagi yang ingin berwirausaha, Dadang Hermawan terus mendorong para alumni agar menjadi pelaku usaha mandiri.
Untuk itu, pihaknya percaya wirausaha tidak hanya meningkatkan kesejahteraan pribadi, tetapi juga memberi manfaat bagi masyarakat luas.
“Jadi, konsep BMW, Bekerja, Melanjutkan, Wirausaha sudah kami siapkan sepenuhnya,” kata Dadang Hermawan.
Tak hanya itu, ITB STIKOM Bali juga turut berpartisipasi dalam program “Satu Keluarga Satu Sarjana”, yang digagas oleh Gubernur Bali, I Wayan Koster. Dari 35 kuota yang diajukan, ITB STIKOM Bali menerima 15 kuota, karena waktu pengajuannya cukup mepet.
Laporan hasilnya, Dadang Hermawan juga sudah menyampaikan kepada Gubernur Bali melalui Kepala BRIN selaku koordinator program tersebut.
“Kami berharap tahun depan kuotanya bisa bertambah, karena kami memiliki visi yang sama, meningkatkan jumlah masyarakat Bali yang mengenyam pendidikan tinggi,” urainya.
Sementara itu, Kepala Pembina Yayasan Widya Dharma Shanti Denpasar, Prof Dr I Made Bandem MA., menyebutkan pihaknya dari Yayasan Widya Dharma Shanti Denpasar bersama Kepala LLDIKTI dan Direktur ITB STIKOM Bali telah mengirimkan proposal final mengenai peningkatan status ITB STIKOM Bali menjadi Universitas STIKOM Bali, pada 7 Pebruari 2025 lalu.
Hingga saat ini, pihaknya masih menunggu dan berdoa agar Surat Keputusan (SK) dari Kementerian segera diterbitkan. Jika perubahan status ini terwujud, maka peningkatan tersebut tidak hanya mencakup pengembangan fasilitas atau gedung, tetapi juga peningkatan kualitas akademik di bidang IT di Bali.
“Saat ini, kami memiliki sekitar 6.500 mahasiswa aktif, dan jumlah alumni telah mencapai lebih dari 11.000 orang. Kami berkomitmen untuk terus mengembangkan ITB STIKOM Bali menjadi institusi berkelas global,” pungkasnya. (ace).




