BadungBeritaDaerahHukum dan KriminalLingkungan HidupPariwisataPemerintahanPendidikan

Viral di Medsos, Berbekal Visa Kunjungan E-VOA, WNA Australia Berbisnis di Bali Miliki Tanah 1,1 Hektar, Restoran, Bar Hingga Hotel

Jbm.co.id-BADUNG | Dengan berbekal Visa Kunjungan alias E-VOA, Julian Petroulas seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Australia mengakui baru dua kali ke Bali.

Anehnya, dari kabar yang beredar, WNA berpaspor Australia itu melakukan kegiatan bisnis, seperti yang dikatakan Julian dalam unggahan video yang telah menjadi viral, bahkan dilihat puluhan ribu penonton tersebut.

Hal tersebut tentunya sangat menyalahi aturan, lantaran Pemegang E-VOA dilarang melakukan kegiatan bisnis.

Untuk itu, kasus bule nakal seperti ini seharusnya mendapat perhatian khusus bagi instansi terkait, sebab ini dapat menjadi preseden buruk bagi sektor pariwisata Bali yang mulai bangkit pasca Covid-19.

Untuk diketahui, bahwa Julian Petroulas sebagai seorang Warga Negara asing (WNA) berpaspor Australia mengaku memiliki tanah seluas 1,1 hektare di Bali. Hal tersebut terungkap, dalam konten YouTube Julian yang diposting dan menjadi viral di medsos, pada 28 Juni 2024 lalu.

Dalam video yang viral tersebut, Julian mengaku memiliki sebidang tanah di kawasan Canggu, Kuta Utara, Badung.

“Ini adalah pembelian tanah terbesar saya sepanjang hidup seluas 1,1 hektar. Benar-benar gila. Ini adalah pengalaman belajar lain bagi saya. Jadi, mungkin suatu hari nanti saya bisa membangun sebuah menara di suatu tempat,” kata Julian, dalam video tersebut.

Apalagi, Julian yang mengaku sering datang ke Pulau Dewata sejak 2016 atau delapan tahun silam itu bahkan telah berencana membangun sejumlah fasilitas diatas tanah tersebut, seperti, gym, klub malam, paddle, hotel hingga club striping, meskipun bersebelahan dengan Pura.

“Jadi, apa yang akan kita bangun disini? Klub malam, paddle, gym, hotel, strip club. Disini kita buat satu vila besar hanya untuk model, 50 model,” tegasnya.

Tak berhenti disitu, pria berpaspor Australia itu juga mengaku mempunyai sebuah restoran, yakni Penny Lane Bali, yang juga berada di kawasan Canggu, Kuta Utara.

“Ada banyak hal yang masih ingin saya lakukan dalam hidup saya, tapi ini, restoran adalah salah satu hal pertama. Jadi, saya berinvestasi dan lihatlah hasilnya. Saya sangat beruntung, karena restoran ini menjadi sukses,” terangnya.

Sejak saat itu, Julian terus berinvestasi di berbagai bisnis fisik lainnya, seperti restoran, bar, hotel, dan setiap kali berada di Bali, diakui sekarang suka datang kesini untuk mengecek keadaannya.

Dalam konten video lainnya yang diunggahnya, Julian menunjukkan, saat mendapat pengawalan mobil patroli Polisi Lalu Lintas (Polantas). Bahkan, disebutkan hal tersebut bisa terjadi jika memiliki uang.

“Uang membeli waktu. Waktu adalah satu-satunya hal yang berharga di dunia ini. Bagi saya, itulah arti uang. Uang berarti lebih banyak waktu dan kebebasan. Kami sekarang mau melihat tanahnya, lahan miliknya. Kami dapat pengawalan polisi agar bisa menghemat waktu. Lalu, saya bisa mengecek tanahnya,” kata Julian. (red/tim).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button