Usai Festival Ronthek, Pacitan Bersiap Sambut Semarak HUT RI ke-81, Bupati: Ekonomi Harus Tetap Bergerak
"Peringatan kemerdekaan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat persatuan, menumbuhkan semangat gotong royong, sekaligus menggerakkan roda perekonomian rakyat"

Pacitan,JBM.co.id-Gemuruh tabuhan ronthek yang selama beberapa hari terakhir menghidupkan sudut-sudut Kota Pacitan kini telah mereda. Festival Ronthek 2026 resmi berakhir, meninggalkan jejak kebanggaan budaya sekaligus denyut ekonomi yang dirasakan masyarakat.
Namun, suasana bukan berarti akan kembali sunyi. Pemerintah Kabupaten Pacitan memastikan semangat kebersamaan dan geliat ekonomi akan terus dijaga melalui rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang akan digelar sepanjang Agustus mendatang.
Bupati Pacitan, Kanjeng Raden Tumenggung Indrata Nur Bayuaji Reksonagoro mengajak masyarakat untuk tetap optimistis di tengah tantangan ekonomi yang masih membayangi. Menurutnya, peringatan kemerdekaan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat persatuan, menumbuhkan semangat gotong royong, sekaligus menggerakkan roda perekonomian rakyat.
“Di Agustus nanti, kita akan kembali memeriahkan HUT Kemerdekaan RI. Meski berlangsung sederhana, namun geliat ekonomi akan kembali terasa,” kata Bupati, Senin (20/7/2026).
Berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat, mulai dari perlombaan, pentas seni, hingga aktivitas ekonomi berbasis UMKM, diharapkan mampu menghadirkan ruang kebersamaan sekaligus membuka peluang usaha bagi pelaku ekonomi lokal. Pengalaman selama Festival Ronthek menunjukkan bahwa setiap kegiatan yang melibatkan masyarakat mampu memberikan dampak positif terhadap sektor perdagangan, kuliner, jasa, hingga pariwisata.
Bupati menegaskan, di tengah badai krisis yang belum sepenuhnya reda, masyarakat tidak boleh kehilangan harapan. Semangat kemerdekaan harus menjadi energi untuk terus berkarya, saling menguatkan, dan membangun optimisme.
“Harapan kita, meski badai krisis belum reda, masyarakat Pacitan tetap bisa hidup bahagia dan semakin sejahtera,” ujarnya.
Peringatan HUT RI ke-81 nantinya diharapkan menjadi kelanjutan dari semangat Festival Ronthek yang telah menyatukan masyarakat dalam kebanggaan terhadap budaya daerah.
Jika Festival Ronthek menjadi panggung pelestarian tradisi, maka peringatan kemerdekaan adalah panggung untuk meneguhkan rasa cinta tanah air, mempererat persaudaraan, dan membangkitkan ekonomi kerakyatan.
Dengan semangat merah putih yang segera berkibar di seluruh penjuru daerah, Pacitan bersiap menyambut Agustus sebagai bulan penuh harapan. Sebab kemeriahan bukan hanya tentang perayaan, melainkan tentang bagaimana kebersamaan mampu menjadi kekuatan untuk menjaga optimisme, menghidupkan ekonomi, dan menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat.(Red/yun).




