BeritaDaerahNasionalPemerintahanPendidikan

Terpilih Demokratis, Nyoman Salindra Nahkodai DPD FBN RI Tabanan Perkuat Jiwa Nasionalisme dan Bela Negara 

Jbm.co.id-TABANAN | Nyoman Salindra menahkodai Dewan Pimpinan Daerah Forum Bela Negara (DPD FBN RI) Kabupaten Tabanan sesuai Hasil Musyawarah Daerah (Musda) DPD FBN RI Kabupaten Tabanan di Bali Nature Land, Jalan Pantai Nyanyi, Desa Braban, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu, 25 Mei 2025.

Ketua DPD FBN RI Kabupaten Tabanan l Nyoman Salindra resmi memimpin DPD FBN RI Kabupaten Tabanan lima tahun kedepan, yakni periode 2025-2030.

Pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) DPD FBN RI Kabupaten Tabanan tertuang dalam Surat Mandat No.18/A/DPP FBN/RI/ SM/V/2025, yang dilaksanakan secara demokratis.

Foto: Nyoman Salindra menahkodai Dewan Pimpinan Daerah Forum Bela Negara (DPD FBN RI) Kabupaten Tabanan sesuai Hasil Musyawarah Daerah (Musda) DPD FBN RI Kabupaten Tabanan di Bali Nature Land, Jalan Pantai Nyanyi, Desa Braban, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu, 25 Mei 2025.

Patut diketahui, bahwa Nyoman Salindra merupakan sosok Letnan Kolonel (Purn) TNI AD, yang telah melaksanakan pengabdian kepada Bangsa dan Negara, sehingga jiwa Nasionalisme dan pengabdiannya tak perlu diragukan lagi.

Tak berlebihan, Nyoman Salindra sangat layak dan pantas memimpin DPD FBN RI Tabanan lima tahun kedepan, sesuai mekanisme Hasil Musyawarah Daerah.

Suksesnya pelaksanaan Musyawarah Daerah Kabupaten Tabanan, kedepan diharapkan segera terbentuk kepengurusan, baik Ketua, Sekretaris dan Bendahara, yang kemudian dikukuhkan dan dilantik, guna mengimplementasikan bela negara yang sesungguhnya sesuai dengan pasal 30 ayat 1 UUD 1945.

Mengingat, nilai-nilai dasar bela negara sepatutnya disosialisasikan kepada anak-anak bangsa, guna memperkuat sikap Nasionalisme, sebab hal tersebut merupakan tanggung jawab kepada bangsa dan negara, dalam merawat dan menjaga keutuhan kedaulatan NKRI.

Hal tersebut berdasarkan atas cinta tanah air, sadar akan berbangsa dan bernegara serta Pancasila sebagai Ideologi Negara yang bermakna memiliki, rela berkorban demi bangsa dan negara sebagai wujud memiliki awal bela negara.

Pada kesempatan tersebut, Ketua DPW FBN RI Bali, Ida Bagus Putu Parta, S.E.,S.H., memaparkan nilai-nilai filosofi yang digambarkan dalam sejarah Kerajaan Mataram Kuno hingga Kerajaan Majapahit sebagai dasar landasan persatuan dan kesatuan bangsa, yang meliputi seluruh Nusantara dan Asia Tenggara, yang pengejewantahannya masuk dalam bela negara abad saat ini.

Ditegaskan lagi, bahwa bela negara dalam arti luas berdampak signifikan untuk memupuk rasa nasionalisme dan cinta tanah air, sehingga komitmen bela negara tertuang dalam pasal 27 ayat 3 UUD 1945 dan pasal 30 ayat 1 Undang-Undang Dasar 1945 bisa diimplementasikan secara nyata.

Disebutkan, dalam Pasal 30 ayat 1 UUD 1945 tentang Hak dan Kewajiban Bela Negara, yang menyatakan tiap-tiap warga negara berhak ikut serta dalam pertahanan dan keamanan negara.

“Bela Negara sendiri merupakan tekad, perilaku dan tindakan warga negara, baik itu perseorangan maupun kolektif, dengan jiwa tulus dan iklas, yang roh dan hilirnya merawat dan menjaga keutuhan NKRI, berdasarkan UUD 1945,” kata Ida Bagus Putu Parta.

Terlebih lagi, bahwa Forum Bela Negara (FBN) merupakan komponen pendukung, dari 3 komponen meliputi:
1.Komponen Utama adalah TNI-POLRI, dua institusi yang merupakan wujud penegakan kedaulatan dan wujud dari eksistensi negara
2.Komponen Cadangan adalah KOMCAD atau Komponen Cadangan, yang murni warga sipil yang didik dasar militer turut serta dalam menjaga kedaulatan NKRI
3.Komponen Pendukung, yaitu Bela Negara berupa Forum Bela Negara, yang secara langsung berada dibawah Kementerian Pertahanan dan Keamanan RI.

Oleh karena itu, Forum Bela Negara selalu memegang teguh amanat UUD 1945 sebagai konstitusi dan sumber hukum.

Sementara itu, Ideologi Pancasila merupakan pandangan hidup atau nilai dasar, yang merupakan landasan bagi negara dan seluruh rakyat Indonesia.

Demikian pula, Bhinneka Tunggal Eka, yang memiliki makna berbeda-beda tetapi tetap satu juga sebagai semboyan bangsa Indonesia, yang menggambarkan, keberagaman suku, ras, agama dan budaya, tetapi tetap satu juga.

Sementara itu, Ketua DPD FBN RI Kabupaten Tabanan l Nyoman Salindra mengucapkan rasa terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan serta seluruh anggota DPD FBN RI Kabupaten Tabanan yang telah mensupport dan mendukungnya sebagai Ketua FBN RI Tabanan.

“Terima kasih atas dukungan dan support rekan-rekan DPD FBN RI Tabanan, yang memberikan amanah kepada saya memimpin DPD FBNRI Tabanan lima tahun kedepan. Hal ini merupakan amanah dan tanggung jawab, sekaligus dukungan moral,” kata Nyoman Salindra.

Meski mendapat tanggung jawab berat, Nyoman Salindra menyadari tugasnya mulia, untuk membangkitkan kesadaran bela negara dan cinta tanah air demi menjaga persatuan dan kesatuan, dalam memperkuat rasa dan sikap nasionalisme.

Kendati demikian, bahwa pihaknya yakin dan percaya dengan susunan personalia yang baru diumumkan, yang kemudian dilengkapi dan disempurnakan nanti oleh formatur terpilih melalui struktur kepengurusan DPD Kabupaten Tabanan periode 2025-2030.

“Mari bersinergi, kita bangun dan besarkan DPD FBN RI Kabupaten Tabanan dengan memupuk rasa nasionalisme kepada anak-anak bangsa, kita siapkan generasi muda sebagai pilar pagar NKRI, dalam wadah Forum Bela Negara,” tegasnya.

Setelah terbentuk Forum Bela Negara  (FBN) RI Kabupaten Tabanan, pihaknya mengakui tidak akan tinggal diam, yang selanjutnya merapatkan barisan.

“Secara awal apa yang bisa kita lakukan untuk masyarakat luas, sehingga keberadaan DPD FBN RI Tabanan ini bukan sekedar simbol, tetapi kita mampu menunjukkan secara nyata, bisa membawa dampak yang positif kepada masyarakat luas di Tabanan khusus yang terkait dengan bela negara,” tambahnya.

Tak hanya itu, pihaknya perlu memberikan edukasi kepada masyarakat umum untuk memahami arti dan makna bela negara, yang tidak hanya dilakukan oleh militer/TNI-POLRI, namun dalam bidang apapun bisa dilakukan, untuk berpartisipasi pada sejumlah bidang, seperti bidang Pendidikan, Kesehatan, Ekonomi/ UMKM, Pertanian, Kesehatan maupun dalam bentuk Pariwisata sebagai bagian dari bela negara.

Hal senada juga dikatakan Dandim 1619/Tabanan, Letkol Inf Riza Taufiq Hasan S.I.P., yang menyinggung arti bela negara sebagai kewajiban bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Dalam momentum Musda DPD FBN RI Kabupaten Tabanan, mari kita bersatu dan berkontribusi demi Indonesia yang maju, yang dicita-citakan masyarakat Indonesia,” tegasnya.

Menyikapi tantangan kedepan semakin tidak terduga, pihaknya tidak hanya menghadapi tantangan fisik, tetapi juga tantangan yang tak kasat mata.

Mengingat, konflik global, evolusi teknologi hingga krisis iklim telah membawa resiko dampak ketahanan negara.

“Kita harus memiliki jiwa bela negara sebagai pilar utama yang menjadikan kita tangguh dan tegar menghadapi situasi yang tidak menentu. Semangat bela negara bukan hanya tanggung jawab aparat pertahanan, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat,” tambahnya.

Apalagi, bela negara di Indonesia bukan hanya terkait aspek, tetapi harus lebih luas lagi untuk merangkul semua lapisan masyarakat, karena setiap tindakan sekecil apapun dilandasi cinta kepada bangsa dan negara, cinta kepada Pancasila dan NKRI, adalah wujud konkret bela negara.

“Berlayar sampan menuju seberang, ombak tenang tak bergelora, mari bersama kita berjuang, demi tegaknya ibu Pertiwi tercinta, pungkasnya, sembari disambut tepuk tangan meriah.

Sementara itu, salah satu tokoh Tabanan I Made Edi Wirawan, yang juga Wakil Bupati Tabanan periode 2020-2025 dan juga Anggota DPRD kabupaten Tabanan 3 periode 2009-2020 serta Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) serta sebagai Penasehat DPD FBN RI Kabupaten Tabanan memaparkan arti bela negara dengan membangun rasa nasionalisme yang kuat, bertanggung jawab, rela berkorban demi bangsa dan negara.

“FBN adalah panggilan hati, roh dari bela negara adalah sikap Nasionalisme yang melebur pada UUD 1945, Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika, karena ketiganya saling berkaitan erat dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia,” kata Edy Wirawan.

Bahkan, Edy Wirawan membeberkan pujian kepada salah satu kompetitornya pada pilkada 2020 lalu, yaitu Dewa Nyoman Budiasa yang justru kini duduk sebagai Penasehat DPD FBN RI Tabanan.

“Mengingat, Beliau sangat luar biasa, secara intelektual, kompetensi sangat luar biasa, pada saat itu cuma nasibnya saja yang kurang beruntung, tapi tetap semangat, mundur satu langkah dan maju kedepan seribu langkah,” tegasnya.

Bahkan, dengan sukarela Edy Wirawan mensupport DPW FBN RI Bali dengan Bali Nature Land dijadikan sebagai sekretariat bersama DPW-DPD FBN RI Bali.

Diumpamakan, bela negara seperti tubuh, kepala, tangan dan kaki, yang diharapkan sistem organisasi yang dijalankan seperti bahasa Bali Son Singgih, sehingga tidak saling ngangkangin, tapi dilaksanakan dengan baik, maka sebuah organisasi akan berjalan sebagaimana semestinya.

“Harapannya, organisasi FBN harus maju dan berkembang, jangan hanya saat dilantik saja gemuruh,” ungkapnya.

Narasumber lainnya, yang juga Penasehat DPW FBN RI Bali, Dewa Nyoman Budiasa membeberkan pemikiran terkait bela negara, yang bukan saja hak, tetapi tanggung jawab sebagai warga negara hidup, aman dan nyaman dalam bingkai NKRI.

“Kita juga memiliki kewajiban Bela Negara dan itu bukan saja milik TNI-Polri, tetapi bagi semua yang terlahir di bumi Indonesia, dan mengaku sebagai warga negara Indonesia, maka itu menjadi dasar pokok untuk ikut serta dalam bela negara,” paparnya.

Kedepannya, fungsi pokok FBN RI demi kesejahteraan dan kemajuan Bali khususnya dan Indonesia pada umumnya.

“Kita butuh kerja ekstra keras dalam organisasi, terciptanya Forum Bela Negara yang solid dan penuh dedikasi, intinya dalam bela negara bersedia meluangkan waktu, bersedia mengeluarkan ide dan gagasan dalam Forum Bela Negara, maknanya bagi yang memiliki tekad dan jiwa bela negara semua patut mendapat bintang,” tutupnya. (red/tim).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button