Terminal Loka Srana Bangli Rusak dan Kumuh

Jbm.co.id-BANGLI | Gedung Terminal Loka Srana Bangli bagian atas yang merupakan los, untuk pedagang kini kondisinya rusak serius, terutama di bagian langit-langit bangunan.
Akibatnya, tatkala hujan, lantai atas tergenang air sehingga terkesan kumuh.
Dari pantauan di lapangan, Kamis, 9 Januari 2025, tampak plafon bangunan berlubang disana-sini, diduga akibat air hujan lantaran atapnya berjatuhan, yang saat hujan lantai becek, memberi kesan kumuh.
Bahkan, kumuh juga terdapat di lorong-lorong los, seperti tidak pernah mendapat sentuhan tangan-tangan petugas kebersihan.

Sebelumnya, los-los tidak lagi dihuni pedagang, justru gedung lantai atas dijadikan perkantoran, seperti Kantor BKPAD, Kantor Disdukcapil dan lainnya.
Sumber lainnya menyebutkan di lokasi, yang menuturkan jika kerusakan bangunan sudah terjadi, sejak lama.
Bahkan, los-los sudah ditinggalkan pedagang sejak lama, karena sepi kunjungan.
Oleh Pemda Bangli, lanjutnya los-los tersebut dijadikan perkantoran, yang kebetulan kantor-kantor Pemerintah kebanyakan kurang representatif dan rusak.
“Kami sudah lama ngantor disini,” ujar pegawai yang enggan disebut namanya.
Saat dikonfirmasi awak media, Plt. Kepala Disperindag Bangli, Ni Luh Wardani atas kerusakan bangunan tersebut tidak membantah mengenai kondisi tersebut.
Bahkan, terhadap kerusakan itu, Pemda Bangli tahun 2024 disebutkan sudah mengusulkan ke Pemprov Bali untuk mendapatkan biaya perehaban melalui Dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Provinsi Bali.
Bahkan, pejabat yang baru saja menjabat Plt Kadisperindag ini mengakui kalau tahun 2025 ini sudah bakal mendapat alokasi dana BKK sebesar Rp 200 juta.
“Terkait pemeliharaan Gedung Loka Srana sejak tahun 2024 sudah diusulkan melalui BKK dan kini tahun 2025 sudah akan diperbaiki sudah terpasang anggaran pemeliharaan di Disperindag senilai dua ratus juta rupiah,” kata Wardani yang juga Jro Mangku itu.
Namun, dia tidak menjelaskan bagian mana saja yang diperbaiki. Karena di bagian pintu- pintu dan jendela juga mengalami kerusakan, meski tidak parah.
Terkait kumuh di lorong-lorong los, Kadis Kebersihan dan Lingkungan Hidup Bangli, Putu Ganda mengatakan hal itu bukan menjadi tugasnya, melainkan menjadi tugas petugas kebersihan pasar.
“Diatas tugasnya petugas kebersihan pasar punya bukan kami punya tugas,” ujarnya singkat via ponselnya. (S Kt Rencana).




