Puasa Bawa Dampak Positif, Dinkes Pacitan Pastikan Kasus Penyakit Selama Ramadhan Tetap Landai
"Kasus gangguan pencernaan, batuk, pilek, hingga infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) masih berada pada kategori landai"

Pacitan,JBM.co.id-Memasuki hari ke-18 Ramadhan 1447 Hijriah, kondisi kesehatan masyarakat di Kabupaten Pacitan terpantau stabil. Dinas Kesehatan setempat memastikan tidak terjadi lonjakan kasus penyakit tertentu sepanjang bulan puasa tahun ini.
Kepala Dinas Kesehatan Pacitan, dr. Daru Mustikoaji, menyampaikan bahwa sejumlah penyakit yang biasanya muncul selama perubahan pola makan dan aktivitas di bulan Ramadhan justru tidak menunjukkan peningkatan signifikan.
Menurutnya, kasus gangguan pencernaan, batuk, pilek, hingga infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) masih berada pada kategori landai.
“Landai mawon. RSUD kemarin bagi takjil sepi. Karena puasa mungkin bikin semua sehat,” ujarnya, Ahad (8/3/2026).
Ia menjelaskan, kondisi tersebut menunjukkan bahwa masyarakat Pacitan relatif mampu beradaptasi dengan pola hidup selama Ramadhan. Pengaturan waktu makan, istirahat, serta aktivitas yang lebih terkontrol diyakini turut berkontribusi terhadap stabilnya kondisi kesehatan warga.
Selain itu, kesadaran masyarakat untuk menjaga pola konsumsi saat sahur dan berbuka juga dinilai semakin baik. Banyak warga mulai mengurangi makanan berlebihan serta lebih memperhatikan asupan gizi seimbang.
Meski demikian, Dinas Kesehatan tetap mengingatkan masyarakat agar tidak lengah, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem yang belakangan terjadi. Perubahan suhu yang cukup drastis berpotensi memicu gangguan kesehatan apabila daya tahan tubuh menurun.
Karena itu, masyarakat dianjurkan untuk tetap menjaga kebugaran tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi, memperbanyak cairan saat sahur dan berbuka, serta menjaga kualitas istirahat.
Daru berharap, kondisi kesehatan masyarakat yang stabil ini dapat terus terjaga hingga akhir Ramadhan. Dengan demikian, ibadah puasa dapat dijalani dengan lancar tanpa terganggu masalah kesehatan.
“Harapannya tentu masyarakat tetap sehat sampai akhir Ramadhan, sehingga ibadah bisa dijalankan dengan optimal,” pungkasnya.(Red/yun).



