BeritaDaerahDenpasarEkonomiPemerintahanPendidikan

Perancis dan Indonesia Kerjasama Investasi Energi Hidrogen Hijau Rp 9,6 Trilyun di NTT

Jbm.co.id-DENPASAR | Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT bakal melakukan pembangunan delapan pembangkit listrik berbasis teknologi Renewstable.

Teknologi Renewstable berbasis energi surya dan angin yang disimpan dalam bentuk hidrogen sebagai sumber daya yang stabil.

Sistem ini dinilai sangat cocok bagi wilayah kepulauan terpencil, seperti NTT yang belum memiliki infrastruktur listrik memadai.

Untuk itu, NTT mulai mengambil langkah besar menuju energi hijau global melalui kerjasama investasi hidrogen hijau senilai USD 600 juta atau Rp 9,6 trilyun.

Kerjasama tersebut dilakukan Pemprov NTT dengan perusahaan energi asal Prancis, PT HDF Energy Indonesia, yang disaksikan Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Demikian disampaikan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, saat melakukan pertemuan bersama Ketua Flobamora Indonesia Yusdi Diaz dan Ketua Flobamora Bali Umbu Billy di Rumah Sinergi, Denpasar, Jumat, 11 Juli 2025.

Sebagai daerah timur Indonesia, lanjutnya Pemprov NTT mampu menjadi pusat inovasi energi terbarukan dunia.

Ditekankan pula, bahwa pentingnya transformasi NTT sebagai pionir energi bersih berbasis potensi lokal, seperti matahari dan angin.

Terlebih lagi, investasi senilai USD 600 juta atau setara Rp 9,6 trilyun ini ditandatangani sebagai hasil kesepakatan bersama perusahaan Perancis untuk delapan titik pengembangan PLTS di delapan Kabupaten di NTT.

“Itu ada di Sumba Timur, Sumba Barat, masuk juga ke daratan Timor, Flores dan juga Alor untuk membangun delapan titik semacam PLTS dengan air dan sebagainya yang menjadi bàgian pengembangan listrik dan juga bisa menjadi bahan bakar untuk kendaraan, seperti kapal fery dan sebagainya,” kata Gubernur Emanuel Melkiades.

Kerjasama ini diakui sebagai redefinisi posisi NTT dari daerah tertinggal menjadi pelopor energi hijau berskala nasional dan internasional.

Sebab, hal ini bukan hanya proyek energi, tapi bentuk nyata pembangunan masa depan yang berkelanjutan.

“Kerjasama Prancis dan Indonesia, terutama NTT itu sangat penting untuk membangun ekosistem energi hijau,” umgkapnya.

Selain itu, dalam pertemuan tersebut juga dibahas untuk memulai pembicaraan demi masa depan terkait warga NTT di Bali, yang bisa terus menjadi warga Bali guna menumbuhkembangkan dan berkontribusi bagi perkembangan Provinsi Bali.

“Tentunya juga bagi warga NTT di Bali bisa terus berkontribusi bagi kemajuan pembangunan di NTT, berbagai bidang kami bahas dengan baik, terutama bidang ekonomi dan sosial budaya,” terangnya.

Bahkan, Gubernur Emanuel juga menyambut baik pertemuan dengan Gubernur Bali, Wayan Koster yang terus memberikan dorongan agar diajak warga NTT di Bali terus menjadi bàgian masyarakat Bali.

“Hubungan yang telah terjalin dengan baik, itu ditingkatkan, jika ada yang kurang-kurang agar diperbaiki,” sebutnya.

Ditegaskan pula, bahwa warga NTT yang berada di Bali mungkin saja 1-2 orang belum bisa menyesuaikan diri dengan adat istiadat di Bali, tentunya akan dibina oleh Flobamora Bali di tingkat masing-masing, agar suasana di Bali menjadi baik-baik saja.

“Kita terus membuat warga NTT di Bali menjadi bàgian masyarakat Bali yang membuat suasana adem, tenang dan damai di Bali,” paparnya.

Disebutkan, bahwa warga NTT di Bali berjumlah beberapa puluh ribuan orang akan didata lagi untuk dipastikan data kependudukan, yang dipastikan mereka terkoneksi dengan pengurus Flobamora Bali dan juga Pemerintah yang ada disana.

“Pola tadi di pendataan KTA-nya Flobamora Bali itu sangat luar biasa. Ada data, siapa dikontak itu jika kondisi darurat, lalu data nomor kontak ke kampung halaman. Itu bagus banget. Nah, jika bisa diselenggarakan dengan baik saling membantu antara masyarakat NTT yang ada di Bali, kami yang ada di perantauan juga dua Pemerintahan ini bisa gampang untuk kontrol kalau ada yang terjadi,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Flobamora Indonesia, Yusdi Diaz menyatakan Flobamora Indonesia akan terus mendukung dan memberikan apresiasi atas sejumlah program Gubernur NTT, yang sebelumnya sudah dibuka oleh Gubernur NTT dengan berdiskusi lewat virtual.

Apalagi, diakui hal tersebut sebagai sebuah terobosan hebat yang dibuat Gubernur NTT untuk Flobamora Indonesia dan juga Flobamora Sedunia.

“Nanti kita bicara Bapak-Anak dalam hal itu. Kalau sudah sukses baru kita ceritakan. Jika masih perencanaan, nanti akan dikejar terus,” urainya.

Hal senada juga disampaikan Ketua Flobamora Bali Umbu Billy, yang menyatakan Flobamora Bali merindukan kerjasama antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali. Mengingat, banyaknya potensi yang dimiliki Diaspora NTT di Bali dengan NTT itu sendiri.

“Kita punya niat untuk menjadi jembatan penghubung dan penyambung atas segala potensi yang ada, terutama Tourism,” kata Umbu Billy.

Bahkan, Umbu Billy menyambut dengan baik bakal dibukanya Restoran Flobamora berciri khas NTT di Bali.

“Sebagai orang arsitek, saya bisa membantu membuat desain dan konsepnya untuk di Bali. Jadi, bisa menjadi pilot project dan juga bahan studi awal diluar NTT,” pungkasnya. (ace).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button