Penumpang Bandara Ngurah Rai Tercatat Tembus 188 Ribu di Awal Posko Lebaran 2026 Naik Signifikan 12,9 Persen Jelang Hari Raya Idul Fitri

Jbm.co.id-BADUNG | Arus penumpang di Bandara I Gusti Ngurah Rai selama masa awal Posko Angkutan Lebaran 2026 menunjukkan peningkatan signifikan.
Dalam tiga hari pelayanan, jumlah penumpang tercatat mencapai 188.655 orang atau naik 12,9 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Bandara I Gusti Ngurah Rai melalui Communication & Legal Division Head, Gede Eka Sandi Asmadi menyebutkan lonjakan ini terjadi seiring meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri.
“Pelayanan penumpang pada 3 hari pelayanan Posko Angkutan Lebaran 2026 mencapai 188.655 penumpang, atau meningkat 12,9 persen dibanding tahun 2025,” kata Gede Eka Sandi Asmadi saat dikonfirmasi awak media di Kabupaten Badung, Senin, 16 Maret 2026.
Selama periode tersebut, Bandara Ngurah Rai juga melayani tambahan penerbangan atau extra flight. Total terdapat 17 extra flight yang melayani rute domestik, dengan rincian Jakarta (CGK) sebanyak 12 pergerakan dan Surabaya (SUB) sebanyak 5 pergerakan.
Secara rinci, realisasi trafik Posko Angkutan Lebaran per 15 Maret 2026 mencatat jumlah penumpang domestik mencapai 28.676 orang. Jumlah tersebut terdiri dari 15.854 penumpang kedatangan dan 12.822 penumpang keberangkatan.
Sementara itu, penumpang internasional tercatat sebanyak 37.960 orang, dengan rincian 17.542 penumpang kedatangan dan 20.418 penumpang keberangkatan. Dengan demikian, total penumpang pada periode tersebut mencapai 66.636 orang. “Total Penumpang 2025 54.917 pax. Jadi, Pertumbuhan Vs 2025: 21,3 persen,” terangnya.
Dari sisi pergerakan pesawat, penerbangan domestik tercatat sebanyak 203 pergerakan, terdiri dari 103 kedatangan dan 100 keberangkatan. Sedangkan penerbangan internasional mencapai 212 pergerakan dengan rincian 108 kedatangan dan 104 keberangkatan.
“Jadi, total Pesawat 2026 sejumlah 415 mov dan Total Pesawat 2025 346 mov. Jadi, Pertumbuhan Vs 2025 sebesar 19,9 persen,” paparnya.
Adapun rute domestik dengan pergerakan tertinggi ditempati oleh Jakarta (CGK) dengan 81 pergerakan. Posisi berikutnya diisi Surabaya (SUB) sebanyak 30 pergerakan dan Lombok (LOP) dengan 20 pergerakan.
Sementara pada rute internasional, Singapura (SIN) menempati posisi teratas dengan 32 pergerakan, disusul Kuala Lumpur (KUL) sebanyak 30 pergerakan dan Perth (PER) dengan 23 pergerakan.
“Realisasi Extra Flight adalah Penerbangan Domestik sebesar 5 mov dan Penerbangan Internasional sejumlah 0 mov. Jadi, Total 5 mov. Rute CGK (Jakarta) : 4 mov dsn SUB (Surabaya) : 1 mov,” tutupnya. (red).




