BeritaDaerahKarangasemLingkungan HidupSosial

Pengabdian Masyarakat DPMK ITB Dapatkan Fasilitas Air Bersih Bantu Masyarakat di Desa Datah Karangasem

Jbm.co.id-KARANGASEM | Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Layanan Kepakaran (DPMK) Institut Teknologi Bandung (ITB) melakukan kegiatan Pengabdian Masyarakat Skema Bottom-Up berjudul “Pencarian dan Penyediaan Air Bersih bagi Masyarakat di Desa Datah, Kabupaten Karangasem, Bali”, selama 10 hari, 14-23 Juli 2025.

DPMK ITB memberikan penugasan Kegiatan Pengabdian Masyarakat kepada Ketua Tim Dr. I Gusti Bagus Eddy Sucipta, S.T., M.T. dari Prodi Teknik Geologi – FITB, Anggota Tim Arif Susanto, S.T., M.T. dari Prodi Teknik Geologi – FITB, dan Prof. Dr.rer.nat. Ir. Wahyudi W. Parnadi, M.S. dari Prodi Teknik Geofisika – FTTM, yang dibantu 3 orang mahasiswa, yaitu Keisha Prillia Qayyima, S.T. (Mahasiswi S2 Prodi Teknik Geologi – FITB), Evi Fuji Anti (Mahasiswi S1 Prodi Teknik Geofisika – FTTM), dan Zahra Syamila (Mahasiswi S1 Prodi Teknik Geofisika – FTTM).

Patut diketahui, bahwa Desa Datah, Kecamatan Abang, Karangasem terletak di lereng timur Gunung Agung. Desa ini terdiri dari 14 (empat belas) Banjar Dinas dengan jumlah penduduk pada tahun 2024 adalah sebanyak 14.341 jiwa yang terdiri dari 7.280 jiwa penduduk laki-laki dan 7.061 penduduk perempuan dengan jumlah KK 3.875 dan Rumah Tangga Sasaran sebanyak 513 RTS.

Hal tersebut dilakukan, sehubungan dengan adanya krisis air bersih di wilayah Desa Datah, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, Bali, khususnya di wilayah Banjar Dinas dan Desa Adat Kedampal.

Selama ini, hanya mengandalkan air hujan yang ditampung melalui cubang dan embung.

Untuk itu, Kepala Desa Datah I Gede Subrata mengajukan permohonan batuan untuk mencari air bersih melalui Aplikasi Dananesha ITB yang dapat diunduh di Play Store.

Kegiatan ini diawali dengan melakukan Survei Hidrogeologi untuk memetakan potensi air tanah dan air permukaan di Desa Datah dan mendapatkan hasil bahwa sumber air di ketinggian 0 – 350 meter diatas permukaan laut berasal dari mata air Tukad Sodha yang menjadi aliran Tukad Sodha dengan debit ±1 liter/detik, sumber air di ketinggian 350 – 450 meter di atas permukaan laut berasal dari sumur gali di Wilayah Karang Sari dan Wilayah Greyot, dan sumber air di ketinggian > 450 meter di atas permukaan laut berasal dari: cubang-cubang tiap keluarga serta Embung Datah I dan Embung Datah II.

Data kimia fisika sumber air tersebut umumnya masih memenuhi persyaratan untuk air baku layak minum baik dari kejernihan, bau, temperatur, pH, dan TDS. Namun demikian, untuk sumber air dari embung dan cubang seringkali mempunyai pH > 9 dan bersifat licin pada saat digosok di jari tangan sehingga tidak layak untuk menjadi air baku minum.

Survei Geofisika dengan metode geolistrik dan metode ADMT (Audio Frequency Magnetotelluric) dilakukan juga untuk menentukan sifat fisik batuan yang mungkin menjadi akuifer air di Desa Datah.

Survei ini masih akan dilakukan proses di Bandung untuk mendapatkan hasil final sifat fisik bantuan yang mampu menjadi akuifer air.

Sementara itu, Ketua Tim Dr. I Gusti Bagus Eddy Sucipta, S.T., M.T. berharap hasil kegiatan ini akan menjadi data awal bagi penyediaan air bersih di Desa Datah dan sesuai harapan Kepala Desa I Gede Subrata, bahwa kegiatan pengabdian masyarakat dari ITB ini akan bisa membantu masyarakat terutama di Banjar Dinas dan Desa Adat Kedampal mendapatkan fasilitas air bersih yang selama ini mengandalkan air baku minum dari cubang dan embung. (red/tim).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button