BaliBeritaDaerahDenpasarLingkungan Hidup

Logo “Sea Tree of Life”: Simbolika Laut sebagai Pohon Kehidupan

Jbm.co.id-DENPASAR | Logo “Sea Tree of Life” menampilkan siluet putih menyerupai pohon karang dengan cabang-cabang yang menjulang, berakar kuat di dasar, berlatar belakang lingkaran biru laut yang dalam.

Desain ini menggabungkan dua elemen simbolis kuat: “karang”, yang merepresentasikan struktur pohon kehidupan dari laut, dan “lingkaran biru” yang melambangkan samudra sekaligus Bumi sebagai planet biru.

Pohon karang ini bukan sekadar ilustrasi, melainkan metafora visual yang menggambarkan bagaimana laut menjadi akar dan penyokong kehidupan di planet kita.

Makna Simbolis

1. Laut Memelihara Kehidupan di Bumi

Laut berfungsi sebagai “ibu” bagi seluruh kehidupan di Bumi, menyediakan elemen-elemen vital yang membuat planet ini layak huni.

Laut mengatur iklim dengan menyerap panas matahari, mengendalikan curah hujan, dan menjaga siklus karbon dengan menyerap CO₂, mencegah pemanasan global yang ekstrem.

Fitoplankton di lautan menyumbang setidaknya 50% oksigen yang kita hirup—oksigen yang sama pentingnya dengan yang dihasilkan hutan di darat.

Laut menyimpan 97% air di Bumi dan mendukung siklus air yang menghasilkan air tawar. Tanpa laut, kehidupan di daratan akan mustahil bertahan.

2. Asal-Usul Evolusi Kehidupan Dimulai di Laut

Logo ini mengingatkan kita bahwa setiap makhluk hidup di Bumi, termasuk manusia, memiliki akar evolusi di lautan. Bukti ilmiah menunjukkan bahwa kehidupan pertama muncul sekitar 3,5-4 miliar tahun lalu di lautan purba, kemungkinan besar di sekitar ventilasi hidrotermal dasar laut yang menyediakan energi dan bahan kimia untuk pembentukan molekul organik pertama.

Organisme kompleks pertama berkembang di dasar laut lebih dari 570 juta tahun lalu. Dari sinilah perjalanan evolusi dimulai—dari sel sederhana hingga kehidupan kompleks yang akhirnya naik ke daratan. Laut adalah tempat lahirnya pohon kehidupan itu sendiri.

3. Siklus Oksigen Kita Terhubung dengan Laut

Cabang-cabang karang dalam logo melambangkan aliran oksigen yang terus-menerus dihasilkan laut untuk kehidupan di Bumi. Fitoplankton dan alga laut, meskipun mikroskopis, menghasilkan sekitar 50-70% oksigen atmosfer melalui fotosintesis. Setiap napas yang kita ambil terhubung dengan lautan.

Perubahan iklim dapat mengganggu keseimbangan ini, menjadikan pelestarian laut sangat krusial bagi kelangsungan siklus oksigen global.

4. Sumber Pangan dari Laut

Laut menyediakan protein berkualitas tinggi bagi miliaran manusia di seluruh dunia. Konsumsi makanan laut global telah meningkat lebih dari dua kali lipat sejak 1960, dari 10 kg menjadi lebih dari 20 kg per kapita pada 2014, dengan proyeksi mencapai 21,5 kg pada 2030.

Produksi makanan laut global mencapai 179 juta metrik ton pada 2018, dengan sebagian besar dikonsumsi langsung oleh manusia.

Ikan, kerang, dan produk laut lainnya bukan hanya sumber nutrisi, tetapi juga tulang punggung ketahanan pangan global.

5. Identitas Budaya yang Berakar pada Laut

Bagi jutaan komunitas pesisir dan pulau, laut bukan sekadar sumber daya—ia adalah identitas, spiritualitas, dan cara hidup.

Masyarakat adat di berbagai belahan dunia, seperti di Torres Strait, Kerala, dan Hawai’i, membangun tradisi, ekonomi, dan ritme kehidupan sehari-hari di sekitar laut.

Biodiversitas laut terjalin dengan keragaman budaya manusia. Logo ini merayakan hubungan mendalam antara manusia dan laut yang telah terjalin selama ribuan tahun.

Pada dasarnya
Logo “Sea Tree of Life” adalah pengingat visual bahwa laut bukan sekadar bagian dari planet kita—laut adalah fondasi kehidupan itu sendiri.

Seperti pohon yang memberikan naungan, oksigen, dan kehidupan bagi ekosistem di sekitarnya, laut memelihara, melindungi, dan menopang seluruh kehidupan di Bumi. Melindungi laut berarti melindungi akar kehidupan kita semua. (red).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button