Kuota Mudik Gratis Pemprov Jatim di Pacitan Ludes dalam Tiga Hari, Warga Diimbau Gunakan Transportasi Umum
"Tidak sampai tiga hari sudah diserbu masyarakat dan sekarang sudah closing"

Pacitan,JBM.co.id-Program mudik gratis yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan memastikan kuota mudik gratis yang disediakan Pemprov Jatim telah habis hanya dalam waktu beberapa hari setelah pendaftaran dibuka.
Kepala Dinas Perhubungan Pacitan, Bambang Mahendrawan, mengatakan masyarakat langsung memadati pendaftaran begitu pengumuman program tersebut disampaikan. Pendaftaran dilakukan baik secara langsung di loket maupun melalui sistem daring.
“Begitu ada pengumuman dibuka, langsung whes, habis. Padahal kuotanya sekitar 700 orang. Tidak sampai tiga hari sudah diserbu masyarakat dan sekarang sudah closing,” ujarnya, Rabu (11/3/2026).
Program mudik gratis yang dimotori oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memang setiap tahun menjadi salah satu program yang paling dinantikan masyarakat, khususnya para perantau yang ingin pulang ke kampung halaman dengan biaya lebih terjangkau.
Namun Bambang menyampaikan permohonan maaf kepada warga Pacitan di perantauan yang belum mendapatkan kesempatan mengikuti program tersebut karena keterbatasan kuota.
Ia mengimbau masyarakat untuk tetap memanfaatkan moda transportasi umum sebagai alternatif perjalanan mudik. Selain dinilai lebih efisien, penggunaan transportasi umum juga dapat membantu mengurangi kepadatan lalu lintas selama puncak arus mudik.
“Lebih baik memanfaatkan transportasi umum. Selain lebih efisien, juga aman dan nyaman, serta InsyaAllah selamat sampai tujuan,” pesannya.
Tingginya minat masyarakat terhadap program mudik gratis menunjukkan kebutuhan mobilitas yang besar menjelang hari raya. Namun demikian, masyarakat tetap diingatkan untuk merencanakan perjalanan dengan baik.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain memesan tiket lebih awal, memilih moda transportasi yang resmi dan aman, serta memastikan kondisi kesehatan sebelum melakukan perjalanan jauh. Penggunaan transportasi umum juga dinilai mampu menekan risiko kecelakaan lalu lintas yang kerap meningkat saat musim mudik.
“Selain itu, pemerintah juga terus mendorong masyarakat untuk tertib berlalu lintas dan tidak memaksakan perjalanan menggunakan kendaraan pribadi jika kondisi tidak memungkinkan,” tukas mantan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Pacitan ini.
Berangkat dari perencanaan perjalanan yang matang dan pilihan transportasi yang tepat, diharapkan tradisi mudik dapat berlangsung lebih aman, nyaman, dan lancar bagi seluruh masyarakat.(Red/yun).


