Kunjungan SBY ke Pacitan Hadirkan Keteduhan: Dialog Hangat tentang Alam dan Kepedulian
"Kunjungan SBY hari itu memberikan pesan menyejukkan bagi masyarakat Pacitan, bahwa di tengah dinamika kehidupan, kehormatan, rasa saling menghargai, serta kewaspadaan terhadap perubahan alam tetap menjadi fondasi penting bagi sebuah daerah untuk tumbuh dan bertahan"

Pacitan,JBM.co.id-Suasana hangat menyelimuti Museum dan Galeri SBY–ANI saat Presiden keenam Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), kembali menyapa tanah kelahirannya pada Ahad (1/2/2026).
Tanpa rangkaian seremonial, penyambutan berlangsung sederhana namun penuh makna. Sekretaris Daerah Pacitan, Maulana Heru Wiwoho Supadi Putro, menyambut kedatangan SBY dengan ucapan “sugeng rawuh” disertai gesture hormat yang mencerminkan keteladanan dalam menghargai pemimpin bangsa.
Kesederhanaan itu justru menegaskan nilai utama yang kerap ditekankan SBY, yakni kerendahan hati dan kedekatan dengan masyarakat. Usai turun dari bus pribadinya, SBY menyalami jajaran Forkopimda, anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Pacitan, serta beberapa sahabat lamanya semasa SMA. Momen ini terasa sebagai reuni kebangsaan kecil yang sarat rasa kekeluargaan.
Di sela pertemuan itu, SBY sempat berbincang ringan dengan Sekda Heru mengenai kondisi cuaca ekstrem dan gempa tektonik yang belakangan terjadi di Pacitan.
Percakapan tersebut bukan sekadar obrolan pengantar, melainkan pengingat penting bahwa kepedulian terhadap alam dan keselamatan warga adalah tanggung jawab bersama.
Kunjungan SBY hari itu memberikan pesan menyejukkan bagi masyarakat Pacitan, bahwa di tengah dinamika kehidupan, kehormatan, rasa saling menghargai, serta kewaspadaan terhadap perubahan alam tetap menjadi fondasi penting bagi sebuah daerah untuk tumbuh dan bertahan. Kedatangan putra daerah itu pun diharapkan dapat memperkuat semangat kebersamaan sekaligus meningkatkan kesadaran publik akan pentingnya menjaga lingkungan.(Red/yun)




