BadungBaliBeritaDaerahPemerintahan

Kriya Loka Yowana, Inovasi KPU Badung Edukasi Pemilih Muda Lewat Tradisi Ogoh-Ogoh

Jbm.co.id-BADUNG | Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Badung terus mengembangkan model pendidikan pemilih yang inovatif dengan mengintegrasikan nilai-nilai budaya lokal.

Melalui pendekatan kultural, KPU Badung menegaskan bahwa demokrasi tidak hanya dipraktikkan dalam proses pemilu, tetapi juga tumbuh dan hidup dalam tradisi masyarakat Bali.

Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui program pendidikan pemilih bertajuk Kriya Loka Yowana, yang menggali nilai demokrasi dan kepemimpinan dari tradisi pembuatan ogoh-ogoh.

Program ini menyasar generasi muda, khususnya anggota karang taruna di sejumlah banjar, untuk menyalurkan kreativitas sekaligus memahami praktik demokrasi secara kontekstual.

Anggota KPU Kabupaten Badung, Agung Rio Swandisara, menyampaikan bahwa tradisi ogoh-ogoh memiliki makna filosofis yang kuat dan relevan dengan kehidupan demokrasi. Proses pembuatannya menuntut kerja sama, musyawarah, pembagian peran, serta tanggung jawab bersama, yang mencerminkan nilai-nilai dasar demokrasi.

Ogoh-ogoh tidak sekadar menjadi karya seni dalam menyambut Hari Raya Nyepi, tetapi juga sarana pembelajaran sosial. Setiap tahapan pembuatan ogoh-ogoh melibatkan partisipasi aktif generasi muda dalam pengambilan keputusan kolektif, sehingga nilai kepemimpinan dan integritas dapat dipahami secara nyata.

Lebih lanjut disampaikan oleh Anggota KPU Kabupaten Badung Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia, Agung Rio Swandisara bahwa pendekatan budaya dinilai efektif dalam menyampaikan pesan demokrasi kepada masyarakat.

“Ogoh-ogoh mengajarkan pentingnya kepemimpinan, kebersamaan, dan proses pengambilan keputusan secara musyawarah, nilai-nilai yang sejalan dengan prinsip demokrasi,” ujarnya.

KPU Kabupaten Badung menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan pemilih yang inklusif, kreatif dan berakar pada kearifan lokal.

Program Kriya Loka Yowana dijadwalkan berlangsung mulai 28 Januari 2026 hingga rangkaian perayaan Hari Raya Nyepi, sebagai bagian dari upaya mewujudkan demokrasi yang partisipatif dan berbudaya di Kabupaten Badung. (red).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button