
Pacitan,JBM.co.id-Ancaman virus Influenza A (H3N2) subclade K atau yang belakangan dikenal sebagai super flu mulai diantisipasi secara serius di Pacitan.
Ketua Komisi II DPRD Pacitan, Rudi Handoko, menegaskan perlunya langkah preventif terstruktur dan kesiapsiagaan menyeluruh guna melindungi masyarakat dari potensi penyebaran virus tersebut.
Komisi II DPRD Pacitan yang membidangi kesejahteraan rakyat langsung merespons dengan mendorong penguatan kesiapsiagaan di semua lini.
Tidak hanya masyarakat sebagai garda terdepan, namun juga seluruh perangkat daerah terkait seperti Dinas Kesehatan, RSUD, hingga BPBD diminta meningkatkan koordinasi dan kesiapan menghadapi kemungkinan terburuk.
Rudi menekankan bahwa penanganan ancaman wabah tidak bisa dilakukan secara parsial. Menurutnya, sinergitas lintas sektor mutlak diperkuat, khususnya dengan TNI dan Polri, guna memastikan langkah pencegahan berjalan efektif, terkoordinasi, dan tidak menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.
“Komisi II juga membuka opsi menggelar rapat dengar pendapat bersama OPD terkait, untuk meminta kejelasan dan kesiapan langkah-langkah preventif yang akan dilakukan,” ujar politikus Partai Demokrat tersebut, Jumat (9/1/2026).
Sebagai wakil rakyat, Rudi Handoko turut memberikan apresiasi atas respons cepat dan taktis yang ditunjukkan Bupati Pacitan, Kanjeng Raden Tumenggung Indrata Nur Bayu Aji Reksonagoro, dalam mengoordinasikan lintas sektor sebagai bagian dari upaya pencegahan dini terhadap potensi serangan super flu.
Ia menilai, kepemimpinan kepala daerah terlihat dari kecepatan mengambil keputusan strategis di tengah isu krusial kesehatan masyarakat.
“Pak Bupati sat, set, wat, wet, langsung memberi imbauan kewaspadaan serta menginstruksikan langkah-langkah preventif menghadapi ancaman super flu,” tegas Rudi.
Dengan langkah antisipatif yang dilakukan sejak awal, DPRD Pacitan berharap daerah tetap berada dalam kondisi aman dan siap menghadapi berbagai kemungkinan. Sinergi antara eksekutif, legislatif, dan seluruh pemangku kepentingan dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga kesehatan masyarakat Pacitan.(Red/yun).




