Kepala UPT PJJ Pacitan: Kontes Dan Pameran Batu Akik, Ingatkan Kembali Pacitan Sebagai Kota Wisata Yang Dikenal Dengan Red Baronnya.
Ketua Komisi II, Rudi Handoko, Dukung Penuh Inovasi Dinas Pariwisata

Pacitan,JBM.co.id- Pacitan identik dengan batu akik jenis calcedony. Di dua dekade silam, kunjungan wisata ke kota tempat kelahiran Presiden SBY tersebut, cukup tinggi.
Selain ingin berburu akik-akik super galian calcedony jenis Red Baron, para penggemar akik dari berbagai daerah juga menyempatkan diri singgah di sejumlah kawasan wisata.
Yang secara kebetulan, tak sedikit bebatuan mulia itu tersebar di perbukitan yang tak jauh dari destinasi wisata. “Tentu kehadiran para pemburu akik dikala itu juga banyak mendulang cuan bagi masayarakat lokal. Baik para pelaku usaha kuliner, dan bahkan para pengusaha penginapan/hotel juga banyak menangguk keuntungan dengan kehadiran para pemburu akik dari luar daerah.
Disisi lain, mereka juga memanfaatkan waktunya untuk datang ke destinasi wisata. Mengingat waktu berburu akik-akik kualitas super tak cukup sehari atau dua hari.
Mereka butuh long time untuk tinggal di Pacitan,” kata Kepala UPT Pengelolaan Jalan Dan Jembatan Pacitan, Dinas PU Binamarga Provinsi Jatim, Budi Harisantoso, yang ikut memberi apresiasi kepada Dinas Pariwisata untuk menggelar kontes dan pameran akik, Senin (19/5/2025).
Sebagai kolektor lokal akik Khas Pacitan, pejabat yang karib disapa BHS ini ikut memberi sumbangsih masukan.

Namun, sambung dia, disetiap momen pagelaran seni, lapak-lapak akik terus dihadirkan.
“Kalau hanya kontes atau pameran paling satu dua hari selesai. Namun apabila dirangkaikan dengan agenda lain, seperti pagelaran seni dan pameran potensi alam lain seperti bonsai misalnya, saya optimis akan banyak mengundang perhatian berbagai kalangan. Baik masyarakat lokal maupun luar daerah.
Bisa jadi wisatawan mancanegara akan ikut hadir menyaksikan kontes akik ataupun bonsai tersebut,” beber pejabat yang sampai detik ini masih demen mengenakan batu akik sebagai pelengkap asesoris dalam menjalankan tugas-tugas kedinasannya.
Sebagai salah satu pecinta akik lokal Pacitan, BHS juga punya usul selain di kawasan wisata, pameran dan kontes batu akik bisa digelar di Gedung Gasibhu Swadaya, seperti beberapa waktu silam.
“Sebagai wong Pacitan dan pecinta batu akik calcedony, saya sangat setuju bila batu akik kembali di geliatkan dengan pameran ataupun kontes yang difasilitasi Dinas Pariwisata. Ayo kapan, segera saja digeber Mas (wartawan, Red). Biar regeng kembali Pacitan ini.
Dengan begitu akan menjadi sarana mengingatkan kembali kepada masyarakat di seantero negeri atau bahkan mancanegara kalau Pacitan itu sebagai kota wisata yang dikenal dengan batu akiknya dan potensi alam lainnya,” tutur BHS.

Dalam komentarnya di jejaring media komunikasi aplikasi chatting WhatsApp, legislator dari Partai Demokrat ini mengatakan cocok dengan ide tersebut.
“Cocok Mas (digelar pameran akik di Pacitan),” tulis Rudi.
Sebagai wakil rakyat, ia pun akan menindaklanjuti ide tersebut dan memberikan dukungan penuh kepada Pemkab Pacitan melalui Dinas Pariwisata seandainya akan menggelar kontes dan pameran batu akik. “Siap (follow up dan dukungan),” ujarnya. (Red/yun).



