Harga Material Bangunan di Pacitan Masih Stabil Jelang Musim Proyek 2026, Pelaku Usaha Optimistis
"Stabilnya harga material bangunan menjelang musim proyek memberikan ruang bagi kontraktor dan masyarakat untuk menyusun perencanaan anggaran secara lebih matang"

Pacitan,JBM.co.id-Menjelang masuknya musim proyek tahun anggaran 2026, harga bahan bangunan pabrikan di Kabupaten Pacitan terpantau masih relatif stabil. Kondisi ini menjadi sinyal positif bagi para pelaku jasa konstruksi maupun masyarakat yang berencana membangun atau merenovasi rumah.
Berdasarkan pantauan di sejumlah toko material bangunan di Pacitan, hingga akhir Januari 2026 belum terlihat adanya lonjakan harga signifikan pada komoditas utama seperti besi, semen, cat, dan perlengkapan bangunan lainnya. Stabilitas harga ini dinilai cukup penting, mengingat setiap awal tahun biasanya identik dengan meningkatnya kebutuhan material seiring dimulainya berbagai proyek pemerintah maupun swasta.
Salah satu pengelola toko besi ternama di Pacitan, Sugeng Murdiono, mengungkapkan bahwa hingga saat ini seluruh material bangunan pabrikan masih dijual dengan harga normal. Menurutnya, belum ada indikasi kenaikan dari distributor maupun pabrikan.
“Untuk sementara semua material masih stabil, belum ada kenaikan sama sekali,” ujar Sugeng, Ahad (25/1/2026).
Ia mencontohkan, harga besi cor yang kerap menjadi komoditas paling dicari saat musim proyek masih berada dalam kisaran wajar. Besi cor ukuran 12 masih dijual sekitar Rp105 ribu per lonjor untuk jenis polos. Sementara untuk besi ulir, selisih harga hanya berkisar antara Rp3 ribu hingga Rp5 ribu per lonjor.
Selain besi, harga semen Portland Cement (PC) ukuran 40 kilogram juga terpantau stabil. Sugeng menyebut, harga semen saat ini berada pada rentang Rp44 ribu hingga Rp53 ribu per sak, tergantung merek. Untuk merek Gresik, misalnya, harga masih bertahan di angka Rp53 ribu per sak.
“Kalau semen Gresik ya masih stabil di harga itu,” jelasnya.
Tak hanya besi dan semen, harga cat serta berbagai klithikan atau perlengkapan bangunan pendukung juga belum mengalami perubahan. Hal ini menunjukkan bahwa secara umum rantai pasok material bangunan di Pacitan masih berjalan normal.
Sugeng menilai, stabilnya harga material bangunan menjelang musim proyek memberikan ruang bagi kontraktor dan masyarakat untuk menyusun perencanaan anggaran secara lebih matang. Dengan harga yang belum bergejolak, risiko pembengkakan biaya pembangunan dapat ditekan.
“Secara umum, menjelang musim proyek tahun ini belum ada kenaikan harga,” tegasnya.
Sementara itu pengamat ekonomi lokal menilai, kondisi ini dipengaruhi oleh stok material yang masih mencukupi serta belum adanya lonjakan permintaan signifikan.
Namun demikian, masyarakat dan pelaku usaha tetap diimbau untuk mencermati perkembangan harga ke depan, mengingat faktor eksternal seperti distribusi, kebijakan industri, hingga permintaan massal dapat memengaruhi harga sewaktu-waktu.
Dengan harga material yang masih terkendali, awal tahun 2026 menjadi momentum yang cukup ideal bagi masyarakat Pacitan untuk mulai merealisasikan rencana pembangunan, sebelum intensitas proyek meningkat dan berpotensi memicu fluktuasi harga.(Red/yun).




