Harga Cabai Meroket, TPID Pacitan Waspadai Tekanan Inflasi dan Ketergantungan Pasokan Luar Daerah
"Potensi inflasi memang terbuka cukup besar, namun untuk angka pastinya masih menunggu hasil rapat koordinasi TPID yang dijadwalkan pada Selasa pekan depan"

Pacitan,JBM.co.id-Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Pemerintah Kabupaten Pacitan terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gejolak inflasi menyusul lonjakan harga cabai yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Kenaikan harga komoditas strategis tersebut dinilai berpotensi memberi tekanan signifikan terhadap stabilitas harga kebutuhan pokok di daerah.
Kepala Bagian Perekonomian Setda Pacitan, Ayub Setia Budi, mengatakan bahwa cabai merupakan salah satu komoditas yang sangat sensitif terhadap perubahan pasokan dan cuaca. Ketika harga cabai naik tajam, dampaknya langsung terasa pada pengeluaran rumah tangga dan perhitungan inflasi daerah.
“Potensi inflasi memang terbuka cukup besar, namun untuk angka pastinya masih menunggu hasil rapat koordinasi TPID yang dijadwalkan pada Selasa pekan depan,” ujar Ayub, Ahad (1/2/2026).
Sebagai langkah antisipasi, TPID Pacitan telah melakukan koordinasi lintas daerah dengan sejumlah kabupaten penghasil cabai seperti Magetan, Nganjuk, dan Magelang. Koordinasi ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan pasokan sekaligus memantau pergerakan harga di tingkat produsen hingga konsumen.
Ayub menjelaskan, saat ini terjadi ketidakseimbangan antara pasokan dan kebutuhan cabai di Pacitan. Selain dipengaruhi faktor cuaca yang kurang mendukung, permasalahan utama justru berasal dari pola tanam petani lokal yang belum konsisten.
“Petani cabai di Pacitan cenderung tidak berkelanjutan. Tahun lalu menanam cabai, tetapi tahun ini beralih ke komoditas lain. Akibatnya, ketika permintaan meningkat, produksi lokal justru menurun,” jelasnya.
Kondisi tersebut membuat Pacitan masih sangat bergantung pada pasokan dari daerah penyangga. Ketergantungan ini menyebabkan harga cabai di pasar lokal mudah bergejolak ketika daerah pemasok mengalami gangguan produksi atau distribusi.
Secara edukatif, Ayub menekankan bahwa pengendalian inflasi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran petani dan pelaku usaha. Konsistensi pola tanam, perencanaan produksi berbasis kebutuhan pasar, serta penguatan kerja sama antardaerah dinilai penting untuk menjaga stabilitas harga dalam jangka panjang.
TPID Pacitan sendiri akan terus melakukan pemantauan harga dan pasokan secara berkala, sekaligus menyiapkan langkah-langkah intervensi apabila lonjakan harga cabai berpotensi memicu inflasi yang lebih luas.(Red/yun).




