Gek Diah Srikandi Terima Piala Megawati di Festival Desa 2025

Jbm.co.id-JAKARTA | Kemenangan DPD PDI Perjuangan Bali dalam Festival Desa ke-5 Tahun 2025 bukan sekadar prestasi seni, tetapi juga menjadi alarm keras tentang krisis lingkungan dan budaya yang tengah dihadapi Bali.
Video puisi berjudul “Ketika Kalian Datang ke Tanah Kami” karya Don Dulang yang dibacakan I Ketut Suryadi (Boping), sukses merebut Juara I Piala Megawati dalam ajang yang digelar Badan Kebudayaan Nasional (BKN) DPP PDI Perjuangan.

Melalui medium puisi dan videografi, karya tersebut menghadirkan kritik tajam terhadap praktik pembangunan yang dinilai mengabaikan kelestarian alam dan nilai-nilai adat. Pesan itulah yang menjadi kekuatan utama hingga membawa PDI Perjuangan Bali naik podium tertinggi pada malam penganugerahan Piala Megawati, Kawal Pancasila dari Desa, Festival Desa 2025 di Jakarta, Senin, 22 Desember 2025.
Koordinator Festival Desa DPD PDI Perjuangan Bali yang juga Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Bali Bidang Kebudayaan, Pendidikan dan Perekonomian, I Gusti Ayu Diah Werdhi Srikandi Wedasteraputri Suyasa menegaskan bahwa puisi tersebut lahir dari kegelisahan terhadap kondisi Bali saat ini. “Banyak oknum investor nakal yang semena-mena terhadap alam Bali,” kata Gek Diah Srikandi, saat dikonfirmasi awak media, Selasa, 23 Desember 2025.
Ia menilai, orientasi pembangunan yang hanya mengejar keuntungan ekonomi telah memicu kerusakan lingkungan sekaligus menggerus tatanan adat dan budaya lokal.
“Hanya fokus pada keuntungan bisnis tanpa memperhatikan kesejahteraan rakyat, merusak alam, dan lingkungan,” tandasnya.
Dibalik capaian tersebut, Gek Diah Srikandi mengungkapkan bahwa proses persiapan dilakukan dalam waktu yang sangat terbatas. “Karena waktu yang sangat sempit dan mepet, saya dan tim harus berkejar-kejaran dalam menuangkan ide dan gagasan,” tuturnya.

Meski demikian, keterbatasan waktu justru memacu soliditas tim untuk memadukan gagasan kritis dengan kekuatan seni. “Astungkara perjuangan membuahkan hasil dan meraih juara I,” ujarnya.
Prestasi ini melanjutkan tren positif DPD PDI Perjuangan Bali, setelah pada Festival Desa ke-4 Tahun 2024 juga berhasil meraih Juara II kategori Video Desa Wisata Perancak. Tahun ini, keterlibatan diperluas dengan mewajibkan seluruh DPC kabupaten/kota se-Bali ikut berpartisipasi.
“Tahun ini kami wajibkan sembilan DPC Kabupaten/Kota untuk turut serta mengikuti lomba Festival Desa,” tegas Gek Diah Srikandi.
Ia berharap Festival Desa terus digelar sebagai ruang ekspresi generasi muda desa. “Festival Desa ini juga sangat baik untuk menampilkan/mempromosikan potensi desa, kemudian menghadapi isu-isu yang terjadi di daerah, dan mengingatkan pemimpin dan rakyat untuk tetap menjaga alam, lingkungan, adat, seni, dan budaya,” paparnya.
Sementara itu, Ketua DPP PDI Perjuangan Rano Karno menilai karya-karya yang ditampilkan merupakan refleksi nyata kondisi desa di Indonesia. “Apa yang anda berikan merupakan potret desa yang harus kita jaga dan lindungi,” ujarnya.
Ia menegaskan, Badan Kebudayaan Nasional tidak berorientasi politik praktis, melainkan berpijak pada nilai Trisakti dan kepribadian bangsa dalam kebudayaan.
“Itu intinya. Kita menjaga bumi pertiwi dan memang ibu pertiwi sedang sakit. Untuk itulah ini bukan akhir, tapi awal perjuangan,” ungkapnya.
Festival Desa 2025 pun menegaskan bahwa seni, budaya, dan desa bukan hanya ruang ekspresi, tetapi juga sarana perlawanan kultural untuk menjaga alam dan jati diri bangsa. (red).



