Demen Motor Dua Langkah, Jangan Suka Geber-Geber Gas Saat Mengaspal Di Jalan Raya. Begini Masukan Ketua IMI Pengkab Pacitan, Andi Rahmanto
"Motor dua langkah membakar oli samping, yang menghasilkan emisi gas berbahaya dan mengganggu kualitas udara"

Pacitan,JBM.co.id- Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Pengkab Pacitan, Andi Rahmanto, mengingatkan pengendara motor dua langkah untuk tidak melakukan geber-geber gas saat berkendara di jalan raya, terutama jika sudah memodifikasi knalpot.
Hal ini karena dapat menyebabkan beberapa masalah serius.
Modifikasi knalpot yang dibarengi dengan geber gas, bisa meningkatkan kebisingan yang mengganggu lingkungan sekitar.
“Motor dua langkah membakar oli samping, yang menghasilkan emisi gas berbahaya dan mengganggu kualitas udara,” kata Andi, Sabtu (13/9/2025).
Mantan Kepala Desa Purwoasri, Kecamatan Kebonagung ini mengatakan, motor dua langkah dikenal memiliki emisi yang lebih tinggi dibandingkan motor empat langkah karena proses pembakarannya yang berbeda. Penggunaan oli samping juga berkontribusi pada polusi udara.
“Berkendaralah dengan bijak, jangan terlalu sering menggeber gas secara ekstrem. Dan lakukan perawatan motor secara teratur untuk menjaga performa dan mengurangi emisi.
Selain itu lebih baiknya gunakan knalpot yang sesuai standar untuk mengurangi kebisingan dan emisi,”pesannya.
Andi berharap dengan kesadaran dan perilaku berkendara yang bijak, akan bisa membantu mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dan menjaga keselamatan berkendara di jalan raya.
Pun, dengan sudah adanya wadah Pacitan Street Race (PSR) di harapkan para pengendara khususnya yang masih anak-anak sekolah, untuk tidak melakukan balapan di jalan raya atau melakukan geber-geber gas saat naik motor.(Red/yun).




