Delapan Dekade Mengabdi, Kemenag Pacitan Diteguhkan Lewat Sinergi dan Apresiasi. Ini Penuturan Sekda Maulana Heru Saat Membacakan Sambutan Bupati Aji
"Selama delapan dekade, Kementerian Agama telah memainkan peran strategis dalam membina umat, meningkatkan mutu pendidikan keagamaan, serta menanamkan nilai toleransi dan persatuan bangsa"

Pacitan,JBM.co.id-Peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama di Kabupaten Pacitan tak sekadar menjadi seremoni tahunan. Momentum ini menjelma ruang refleksi sekaligus penguatan sinergi antara Kementerian Agama dan Pemerintah Kabupaten Pacitan dalam menjaga harmoni kehidupan beragama di tengah masyarakat yang majemuk.
Dalam sambutannya, yang dibacakan Sekda Maulana Heru Wiwoho Supadi Putro, Bupati Pacitan, Kanjeng Raden Tumenggung Indrata Nur Bayu Aji Reksonagoro menegaskan bahwa selama delapan dekade, Kementerian Agama telah memainkan peran strategis dalam membina umat, meningkatkan mutu pendidikan keagamaan, serta menanamkan nilai toleransi dan persatuan bangsa. Kiprah tersebut dinilai menjadi fondasi penting terciptanya kehidupan sosial yang rukun dan damai di Pacitan.
“Atas nama pemerintah dan masyarakat Kabupaten Pacitan, kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran Kementerian Agama, khususnya yang bertugas di Pacitan, atas dedikasi, kerja keras, dan pengabdian yang telah diberikan,” ujar Sekda Heru menyampaikan sambutan Bupati, di aula Pendopo Mas Tumenggung Djogokardjo, Selasa (6/1/2026) malam.
Sekda Heru menekankan pentingnya memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan Kementerian Agama ke depan.
Sinergi tersebut diharapkan mampu melahirkan masyarakat Pacitan yang beriman, berakhlak mulia, sekaligus berkontribusi dalam mewujudkan daerah yang semakin sejahtera dan bahagia.

Peringatan HAB ke-80 Kementerian Agama di Pacitan juga dimeriahkan dengan Malam Kemenag Award, sebuah ajang penghargaan bagi insan-insan Kementerian Agama dan elemen masyarakat yang dinilai berprestasi serta berkontribusi nyata dalam pelayanan dan pembinaan keagamaan.
Malam apresiasi ini bukan hanya menjadi bentuk penghargaan, tetapi juga penyemangat untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik. Para penerima penghargaan diharapkan mampu menjadi inspirasi, tidak hanya bagi internal Kementerian Agama, tetapi juga bagi masyarakat luas.
Mengusung tema “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju”, peringatan Hari Amal Bhakti ke-80 di Pacitan menjadi penegas komitmen bersama bahwa kerukunan umat beragama adalah kunci utama dalam menjaga stabilitas sosial dan mendorong kemajuan daerah.
Di usia ke-80 tahun, Kementerian Agama Pacitan diharapkan terus hadir sebagai penjaga harmoni, perekat persatuan, dan motor penggerak nilai-nilai keagamaan yang menyejukkan di Bumi 1.001 Goa. (Red/yun).




