BeritaDaerahPemerintahanPendidikanSosial

Dari Bumi 1001 Goa Menuju Akademi Militer: Jejak Generasi Baru Pacitan Menyusul Jejak SBY

"Keberhasilan Jalu menjadi bagian dari pendidikan militer bergengsi tersebut dinilai menjadi bukti bahwa Pacitan terus melahirkan putra-putra terbaik yang berpotensi menjadi pemimpin masa depan bangsa"

Pacitan, JBM.co.id-Nama Susilo Bambang Yudhoyono telah lama menjadi simbol kebanggaan bagi Kabupaten Pacitan di mata nasional maupun internasional. Presiden ke-6 Republik Indonesia itu lahir dari tanah yang dikenal sebagai “Kota 1001 Goa”, dan memimpin Indonesia selama satu dekade penuh.

Kini, memasuki usia ke-281 tahun, Pacitan kembali menorehkan harapan baru melalui lahirnya generasi muda yang siap mengabdi kepada bangsa. Salah satunya adalah Jalu Handoko, putra Ketua Komisi II DPRD Pacitan, Rudi Handoko, yang berhasil diterima sebagai taruna di Akademi Militer pada tahun 2025.

Keberhasilan Jalu menjadi bagian dari pendidikan militer bergengsi tersebut dinilai menjadi bukti bahwa Pacitan terus melahirkan putra-putra terbaik yang berpotensi menjadi pemimpin masa depan bangsa.

Ketua Komisi II DPRD Pacitan, Rudi Handoko, mengaku bersyukur atas capaian putranya. Ia menilai keberhasilan itu bukan semata kebanggaan keluarga, tetapi juga menjadi motivasi bagi generasi muda Pacitan untuk berani bermimpi dan mengabdi kepada negara.

“Pacitan sudah dikenal dunia lewat Bapak SBY. Kami berharap generasi muda Pacitan lainnya juga terpacu untuk berprestasi dan mengabdi kepada bangsa, baik melalui militer maupun bidang lainnya,” ujar Rudi, Senin (9/3/2026).

Menurutnya, perjalanan menuju Akademi Militer bukan hal mudah. Seleksi yang ketat menuntut kesiapan fisik, mental, dan akademik yang kuat. Karena itu, keberhasilan Jalu menjadi taruna merupakan hasil dari disiplin dan kerja keras yang panjang.

Rudi menambahkan, sebagai orang tua ia hanya menanamkan nilai integritas, kedisiplinan, dan semangat pengabdian kepada anaknya sejak dini.

“Yang terpenting adalah niat untuk mengabdi kepada negara. Jika generasi muda memiliki semangat itu, maka mereka akan mampu menjadi pemimpin masa depan,” katanya.

Di usia Pacitan yang telah menginjak 281 tahun, kisah Jalu Handoko menjadi simbol harapan baru. Dari daerah yang melahirkan seorang presiden, kini muncul generasi muda yang kelak berpotensi menjadi pemimpin bangsa berikutnya.

Pacitan seakan kembali mengirim pesan bahwa dari daerah kecil di selatan Jawa ini, lahir putra-putra bangsa yang siap menjaga dan memimpin Indonesia di masa depan.(Red/yun).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button