Cabai Melambung, Kepanikan Pasar Mengintai: Pemerintah Kabupaten Pacitan Soroti Pola Konsumsi Masyarakat
"Di situlah letak persoalannya. Cabai itu tak ubahnya seperti beras yang sama-sama merupakan komponen kebutuhan pokok"

Pacitan,JBM.co.id-Kenaikan harga cabai yang kerap terjadi di sejumlah daerah, termasuk Pacitan, tidak hanya berdampak pada daya beli masyarakat, tetapi juga memicu kepanikan dalam dinamika pasar. Fenomena ini dinilai sebagai persoalan klasik yang berulang, terutama karena cabai telah menjadi komoditas yang sulit dipisahkan dari kebutuhan harian masyarakat.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perindustrian Pacitan, Muhammad Ali Mustofa, menyebut cabai memiliki posisi strategis yang hampir setara dengan beras dalam struktur konsumsi rumah tangga. Hampir setiap menu masakan masyarakat Indonesia menggunakan cabai sebagai bumbu utama, sehingga fluktuasi harganya langsung dirasakan oleh semua lapisan masyarakat.
“Di situlah letak persoalannya. Cabai itu tak ubahnya seperti beras yang sama-sama merupakan komponen kebutuhan pokok,” ujar Muhammad Ali Mustofa, Jumat (30/1/2026).
Ia menjelaskan, ketika harga cabai mulai merangkak naik, respons pasar sering kali berlebihan. Kekhawatiran akan kelangkaan membuat sebagian konsumen membeli dalam jumlah lebih banyak dari kebutuhan normal. Kondisi ini justru mempercepat habisnya pasokan di pasar dan memperparah lonjakan harga.
Dari sisi pelaku usaha mikro, terutama pedagang makanan, kenaikan harga cabai turut menambah beban produksi. Banyak di antaranya terpaksa mengurangi porsi, menaikkan harga jual, atau bahkan menurunkan kualitas menu agar usaha tetap bertahan. Dampak berantai inilah yang membuat stabilitas harga cabai menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Menurut Muhammad Ali Mustofa, edukasi kepada masyarakat menjadi salah satu kunci penting untuk menekan kepanikan pasar. “Konsumsi yang bijak dan tidak berlebihan saat harga naik dapat membantu menjaga keseimbangan antara permintaan dan pasokan,” jelasnya.
Selain itu, diversifikasi bahan pangan serta pemanfaatan komoditas lokal dinilai bisa menjadi alternatif untuk mengurangi ketergantungan pada cabai.
Pemerintah daerah juga terus mendorong penguatan sektor produksi, mulai dari peningkatan hasil pertanian cabai hingga pengelolaan distribusi agar lebih efisien. Dengan langkah tersebut, diharapkan fluktuasi harga tidak selalu berujung pada kepanikan, melainkan dapat dikelola secara lebih rasional dan berkelanjutan.(Red/yun).




