Banyak Saluran Bocor di Daerah Irigasi, Klungkung

Jbm.co.id-KLUNGKUNG | Di Daerah Irigasi ( DI) di Kabupaten Klungkung banyak terjadi saluran bocor, sehingga memperkecil debit air sampai ke hilir (areal pertanian).
Hal itu diakui Kepala Dinas Pekerjaan Umum( PU) Klungkung, I Made Jati Laksana, ST., di kantornya, Klungkung, Senin, 19 Pebruari 2024.
Jati Laksana mengatakan, bahwa banyaknya terjadi kebocoran di saluran tersier dan sekunder, karena salurannya masih belum pengerasan atau masih berupa saluran tanah, sehingga mudah bocor serta mengakibatkan air terbuang percuma hingga berkurang volumenya sampai ke daerah hilir.

Dijelaskan, pihaknya telah melakukan pengerasan-pengerasan. Namun, masih sekitar 50 persen belum dapat dilakukan pengerasan akibat keterbatasan anggaran.
“Masih sekitar 50 persen belum pengerasan,” kata pejabat asal Desa Kamasan ini, ketika berbincang- bincang soal banyaknya lahan subak di hilir di Klungkung kesulitan air.
Didampingi dua stafnya, dia mengakui juga saluran yang belum pengerasan menyebabkan banyak air terserap, sehingga menambah kecilnya debit air ke hilir.
Soal pengurangan debit air secara umum, dia juga tidak membantah itu terjadi belakangan ini. Namun, tidak diberikan data secara kuantitatif berapa kubik penurunan tersebut.
Bahkan, Jati Laksana tidak mau juga mengatakan, kalau penurunan debit air itu berkaitan dengan kondisi hutan yang semakin carut marut di daerah hulu.
Untuk meminimalisir penurunan debit air ke areal subak akibat kondisi saluran tersier dan sekunder bocor, yang menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Klungkung, pihaknya bakal mengupayakan secara bertahap untuk melakukan pengerasan.
“Adapun jumlah daerah irigasi ( DI) mencapai 21 DI. Kerusakan saluran katanya terjadi hampir merata di semua DI,” bebernya.
Disinggung kemanfaatan embung air di Subak Getakan, Banjarangkan, Jati Laksana menuturkan, bahwa sebelum ada cembung tersebut, air menjadi permasalahan klasik di subak tersebut. Namun dengan adanya embung yang dibangun tahun 2022 di Tukad Melangit wilayah setempat telah mampu mengairi 118 hektar areal Subak Getakan.
“Kalau sebelumnya air jatuh begitu saja ke daerah bawah, sehingga air selalu menjadi permasalahan di wilayah ini,” jelasnya. (Rta).



