Bangkitkan Semangat Persatuan, Pacitan Teguhkan Pendidikan dan Otonomi Daerah untuk Indonesia Berdaulat
"Hari Kebangkitan Nasional bukan sekadar mengenang lahirnya organisasi Boedi Oetomo pada 1908, melainkan momentum menyalakan kembali semangat persatuan, intelektualitas, dan perjuangan bangsa di tengah tantangan zaman"

Pacitan,JBM.co.id- Suasana khidmat menyelimuti Pendopo Kabupaten Pacitan pada Rabu pagi, 20 Mei 2026. Pemerintah Kabupaten Pacitan menggelar Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 yang dirangkaikan dengan Hari Otonomi Daerah ke-30 dan Hari Pendidikan Nasional.
Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Pacitan, Kanjeng Raden Tumenggung Indrata Nur Bayuaji Reksonagoro, serta dihadiri Wakil Bupati, Forkopimda, Sekretaris Daerah, pejabat eselon II dan III, instansi vertikal, organisasi kepemudaan, dan berbagai elemen masyarakat.
Dengan balutan semangat nasionalisme, upacara berlangsung tertib dan penuh makna. Rangkaian acara diawali penghormatan kepada Sang Merah Putih, mengheningkan cipta, pembacaan Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, hingga amanat inspektur upacara yang sarat pesan kebangsaan.
Dalam amanatnya, Bupati Pacitan membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia yang menegaskan bahwa Hari Kebangkitan Nasional bukan sekadar mengenang lahirnya organisasi Boedi Oetomo pada 1908, melainkan momentum menyalakan kembali semangat persatuan, intelektualitas, dan perjuangan bangsa di tengah tantangan zaman.
Mengusung tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”, peringatan Hari Kebangkitan Nasional tahun ini menekankan pentingnya menjaga generasi muda sebagai fondasi masa depan Indonesia. Pemerintah, menurut amanat tersebut, terus menghadirkan berbagai program strategis nasional untuk memperkuat kemandirian bangsa, mulai dari program makan bergizi gratis, pembangunan sekolah rakyat dan sekolah Garuda, layanan cek kesehatan gratis, hingga penguatan koperasi desa dan kelurahan Merah Putih.
Tidak hanya itu, pemerintah juga memberi perhatian serius terhadap perlindungan anak di ruang digital. Kebijakan pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun disebut sebagai langkah nyata menciptakan ruang digital yang sehat, aman, dan beretika bagi generasi penerus bangsa.
“Momentum Hari Kebangkitan Nasional harus menjadi pengingat bahwa kemajuan bangsa hanya dapat dicapai melalui solidaritas, literasi, dan pembangunan yang berorientasi pada masa depan generasi muda,” tegas Kanjeng Raden Tumenggung Indrata Nur Bayuaji Reksonagoro saat menyampaikan amanat upacara.
Pada kesempatan yang sama, peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 turut menjadi refleksi penting bagi penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Tema “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita” dinilai relevan dalam mempercepat pemerataan pembangunan, meningkatkan pelayanan publik, serta memperkuat kesejahteraan masyarakat hingga pelosok daerah.
Bupati Pacitan menegaskan bahwa keberhasilan otonomi daerah membutuhkan koordinasi yang harmonis antartingkatan pemerintahan agar setiap kebijakan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara tepat sasaran.
Selain itu, semangat Hari Pendidikan Nasional juga digaungkan dalam upacara tersebut. Pendidikan dipandang sebagai fondasi utama dalam membangun karakter, memperluas wawasan, dan menciptakan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia maju. Pemerintah terus mendorong transformasi pendidikan melalui revitalisasi sekolah, peningkatan kualitas guru, penguatan karakter peserta didik, hingga perluasan akses pendidikan inklusif.
Melalui momentum tiga peringatan nasional tersebut, Pemerintah Kabupaten Pacitan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan, memperkuat kolaborasi, dan menanamkan optimisme dalam membangun daerah serta bangsa.
Upacara ditutup dengan pembacaan doa, lantunan lagu perjuangan, serta penghormatan terakhir kepada inspektur upacara. Semangat kebangkitan, otonomi, dan pendidikan yang bergema dari Pendopo Pacitan diharapkan menjadi energi bersama untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat, maju, dan bermartabat. (Red/yun).




