BaliBeritaDaerahPemerintahan

Sari Dewi Soroti Pencatatan Swadaya Penuhi Target IKU: Target Swadaya Denpasar Tembus Rp102 Miliar

Jbm.co.id-DENPASAR |  Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappeda Kota Denpasar, Ni Luh Putu Sari Dewi menyoroti persoalan pencatatan swadaya masyarakat yang dinilai menjadi pekerjaan rumah dalam memenuhi target Indikator Kinerja Utama (IKU) Kota Denpasar.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappeda Kota Denpasar, Ni Luh Putu Sari Dewi, saat menjadi narasumber dalam Sosialisasi Peningkatan Peran Swadaya Masyarakat dalam Mendukung Pencapaian IKU Kota Denpasar Tahun 2026 di Ruang Taksu, Gedung Dharma Negara Alaya (DNA) Denpasar, Jumat (18/9/2026).

Menurut Sari Dewi, nilai swadaya masyarakat menjadi salah satu indikator kinerja yang perlu diperkuat karena menggambarkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah.

Sari Dewi menjelaskan, baseline swadaya masyarakat Kota Denpasar pada 2024 tercatat sebesar Rp93,694 miliar. Perhitungan tersebut mencakup swadaya murni dan swadaya penunjang.

Untuk 2027, nilai swadaya masyarakat ditargetkan mencapai Rp102,382 miliar.

“Tahun 2027 ditargetkan mencapai Rp102,382 miliar. Angkanya kelihatannya gampang dan kecil. Namun, PR utamanya adalah bagaimana kita pencatatannya,” jelasnya.

Sari Dewi mengatakan, tantangan mencapai target tersebut bukan selalu karena minimnya kegiatan atau partisipasi masyarakat.

Persoalan yang terjadi justru terkadang kontribusi masyarakat belum tercatat secara optimal.

Dengan demikian, berbagai bentuk dukungan masyarakat terhadap pembangunan perlu diidentifikasi, dipetakan, dan dicatat secara konsisten.

Ia mencontohkan adanya usulan pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) sekolah dari seorang Kelihan di wilayah Denpasar Timur. Menurutnya, proses pengusulan tersebut menunjukkan adanya keterlibatan masyarakat yang dapat menjadi bagian dari swadaya apabila terdokumentasi dengan baik.

“Sebagai contoh, beberapa hari lalu ada Kelihan dari Denpasar Timur yang menelepon bertanya soal kepastian pembangunan RKB (Ruang Kelas Baru) SD di wilayahnya. Saat ditanya siapa yang mengajukan usulan awal, ternyata beliau sendiri. Dari sana kita sadar, ketika mengajukan usulan fisik, seharusnya ada sumbangsih, saran, dan kehadiran dari warga sekitar yang bisa kita hitung sebagai swadaya masyarakat,” urainya.

Partisipasi Masyarakat Jadi Tantangan

Sari Dewi juga mengungkap tantangan lain dalam meningkatkan partisipasi masyarakat di Kota Denpasar.

Menurutnya, kesibukan masyarakat membuat kehadiran warga dalam kegiatan pemerintahan tidak selalu mudah diwujudkan. Pada hari kerja, masyarakat umumnya memiliki aktivitas pekerjaan sehingga tidak banyak yang menghadiri kegiatan seperti Musrenbangdes.

Sementara pada akhir pekan, sebagian masyarakat memilih menggunakan waktu untuk beristirahat atau melakukan kegiatan pribadi.

Kondisi tersebut membuat pemerintah perlu mencari pola pendekatan yang lebih tepat agar masyarakat merasa memiliki keterikatan dengan pembangunan di wilayahnya.

“Ini adalah PR dan angka targetnya. Ini juga janji Bapak Walikota dan Bapak Wakil Walikota selama 5 tahun, utamanya terkait peningkatan pemberdayaan masyarakat,” terangnya.

Sari Dewi menegaskan, penguatan pemberdayaan masyarakat tidak cukup hanya dengan mendorong warga hadir dalam kegiatan pemerintah. Kontribusi masyarakat juga harus dapat tercermin melalui data yang terdokumentasi.

Oleh karena itu, aparatur di tingkat desa, kelurahan, hingga kewilayahan memiliki peran penting dalam menggali dan mencatat berbagai bentuk swadaya yang muncul di tengah masyarakat.

Target Masih Bisa Dievaluasi

Sari Dewi juga menyampaikan bahwa target swadaya masyarakat tersebut masih dapat dievaluasi seiring adanya rencana perubahan RPJMD Kota Denpasar.

Penyesuaian dapat dilakukan terhadap target maupun IKU apabila dalam pelaksanaannya terdapat kendala untuk mencapai angka yang telah ditetapkan.

“Kira-kira kalau melihat angka target ini, Bapak/Ibu sanggup untuk memenuhinya, terutama dari segi pencatatan. Kalau tidak sanggup, targetnya bisa kita turunkan, karena kebetulan kita ada rencana untuk melakukan perubahan RPJMD, baik dari segi target maupun IKU-nya,” urainya.

Dalam sosialisasi tersebut, Sari Dewi membawakan materi mengenai perencanaan daerah dengan tema swadaya masyarakat sebagai pendukung pencapaian IKU Kota Denpasar.

Ia menekankan pentingnya keterhubungan antara perencanaan pembangunan daerah dengan partisipasi masyarakat di tingkat paling bawah.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa yang membuka kegiatan tersebut mengatakan IKU merupakan tolok ukur pencapaian target pembangunan sekaligus pedoman bagi jajaran Pemkot Denpasar dalam menjalankan visi dan misi kepala daerah.

Sosialisasi diikuti Kepala Desa dan Lurah, camat, para Kasi, Kaur, serta Kepala Kewilayahan se-Kota Denpasar.

Reporter: Ace Wiguna

Redaktur: Putu Wiguna

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button