Di Balik Gemuruh Drumband, Ada Pesan Penting Kadis Cicik: Jangan Buang Sampah Sembarangan
"Yang mau lihat drumband... SAMPAHMU TANGGUNGJAWABMU"

Pacitan,JBM.co.id-Gemuruh musik dan hentakan langkah para peserta kembali menghidupkan suasana Pacitan. Memasuki hari kedua pagelaran Pacitan Night Marching Parade, Sabtu (12/9/2026), masyarakat tumpah ruah menyaksikan penampilan drumband yang menjadi daya tarik tersendiri bagi warga maupun pengunjung.
Di tengah semarak pertunjukan tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pacitan, Cicik Ruhdlotul Jannah, kembali mengingatkan masyarakat untuk tidak melupakan satu hal penting: menjaga kebersihan lingkungan.

Pesannya sederhana, tetapi bermakna.
“Yang mau lihat drumband… SAMPAHMU TANGGUNGJAWABMU.”
Imbauan itu menjadi pengingat bahwa kemeriahan sebuah pertunjukan semestinya tidak meninggalkan persoalan baru berupa sampah yang berserakan.
Masyarakat yang datang menikmati parade tentu memiliki hak untuk mendapatkan ruang publik yang nyaman, bersih, dan indah. Namun, pada saat yang sama, setiap penonton juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga ruang tersebut tetap nyaman bagi orang lain.
Membawa makanan dan minuman selama menonton merupakan hal yang wajar. Begitu pula menghasilkan sampah. Yang menjadi persoalan adalah ketika sampah yang sudah tidak terpakai ditinggalkan begitu saja di jalan, trotoar, maupun lokasi sekitar panggung pertunjukan.
Padahal, membuang sampah pada tempatnya bukan pekerjaan sulit.
Sampah dapat disimpan terlebih dahulu hingga menemukan tempat pembuangan yang tersedia. Jika tempat sampah berada tidak jauh dari lokasi, cukup melangkahkan kaki beberapa meter untuk memastikan bungkus makanan, botol minuman, atau sampah lainnya tidak menjadi pemandangan yang merusak keindahan kota.
“Jangan buang sampah sembarangan. Malu lah ya…” menjadi pesan ringan yang justru menyentuh kesadaran bersama.
Sebab, kebersihan bukan semata-mata tugas petugas kebersihan. Lingkungan yang bersih lahir dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara bersama-sama.
Pacitan dikenal dengan keindahan alam dan suasananya yang asri. Keindahan itu tentu akan semakin lengkap ketika ruang-ruang publiknya terjaga kebersihannya. Termasuk ketika masyarakat berkumpul dalam sebuah gelaran besar seperti Pacitan Night Marching Parade.
Jangan sampai gemerlap kostum, kilauan lampu, dan meriahnya musik drumband harus kalah oleh pemandangan sampah berserakan setelah acara usai.
“Menikmati hiburan boleh. Bersorak dan memberikan dukungan kepada peserta tentu juga boleh. Tetapi, meninggalkan sampah bukan bagian dari kemeriahan,” ujar Cicik.
Karena pada akhirnya, menjaga kebersihan adalah bentuk penghormatan kepada lingkungan, kepada kota, kepada sesama, dan kepada diri sendiri.
Pacitan Night Marching Parade pun bukan hanya tentang musik, barisan, dan atraksi. Lebih dari itu, momentum keramaian tersebut dapat menjadi ruang untuk membangun budaya masyarakat yang semakin peduli terhadap kebersihan.
Datang membawa antusiasme, pulang membawa kenangan. Jangan tinggalkan sampah.
Sampahmu, tanggung jawabmu.(Red/yun).




