BeritaDaerahLingkungan HidupNasionalPemerintahanPendidikanSosial

Kadis DLH Pacitan, Cicik Ruhdlotul Jannah: Menjaga Lingkungan Adalah Bagian dari Amanah Kehidupan

"lingkungan yang terjaga akan memberikan manfaat yang luas, bukan hanya bagi manusia saat ini, tetapi juga bagi generasi yang akan datang"

Pacitan,JBM.co.id-Menjaga kelestarian lingkungan bukan sekadar tanggung jawab sosial, tetapi juga bagian dari nilai moral dan keagamaan.

Dalam perspektif Islam, manusia memiliki amanah untuk merawat bumi dan mencegah segala bentuk kerusakan yang dapat merugikan kehidupan bersama.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pacitan, Cicik Ruhdlotul Jannah, menegaskan bahwa kepedulian terhadap lingkungan pada hakikatnya merupakan bentuk kepedulian terhadap sesama makhluk hidup.

Pesan tersebut sejalan dengan ajaran Islam yang menempatkan kemaslahatan bersama sebagai salah satu prinsip penting dalam kehidupan. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Qasas ayat 77:

“Berbuat baiklah (di dunia) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu. Janganlah engkau berbuat kerusakan di bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai para pembuat kerusakan.”

Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa pemanfaatan berbagai karunia Allah di dunia harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab untuk menjaganya. Kemajuan dan pemenuhan kebutuhan manusia tidak semestinya dilakukan dengan mengorbankan kelestarian alam.

Menurut Cicik, lingkungan yang terjaga akan memberikan manfaat yang luas, bukan hanya bagi manusia saat ini, tetapi juga bagi generasi yang akan datang. Karena itu, menjaga kebersihan, mengurangi pencemaran, mengelola sampah dengan baik, serta mempertahankan keberadaan ruang hijau merupakan bagian dari upaya menciptakan kehidupan yang lebih sehat dan berkelanjutan.

“Menjaga lingkungan berarti menjaga kehidupan. Apa yang kita lakukan terhadap alam hari ini akan memberikan dampak bagi anak cucu kita di masa mendatang,” ujar Cicik, Kamis (27/8).

Ia menambahkan, kesadaran menjaga lingkungan perlu dibangun dari tindakan sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Kepedulian tersebut tidak harus selalu dimulai dari langkah besar, melainkan dapat diwujudkan dengan tidak membuang sampah sembarangan, mengurangi penggunaan barang sekali pakai, menanam dan merawat pohon, serta menggunakan sumber daya alam secara bijak.

Semangat tersebut juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan kemaslahatan bersama. Ketika masyarakat memiliki kesadaran yang sama untuk merawat lingkungan, berbagai persoalan ekologis dapat ditekan sekaligus menciptakan ruang hidup yang lebih nyaman.

Pada akhirnya, melestarikan lingkungan bukan hanya tentang menjaga alam dari kerusakan. Lebih dari itu, menjaga lingkungan merupakan bentuk rasa syukur atas nikmat Allah sekaligus ikhtiar untuk memastikan bumi tetap menjadi tempat kehidupan yang layak bagi seluruh makhluk.

Pesan “janganlah berbuat kerusakan di bumi” tidak berhenti sebagai ajaran, tetapi perlu diterjemahkan menjadi tindakan nyata. Sebab, merawat bumi hari ini berarti menjaga kemaslahatan kehidupan untuk hari esok.(Red/yun).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button