KEK Kura Kura Bali Masih Punya Ruang Investasi Besar Baru 15 Persen Lahan Terbangun Siapkan Marina hingga Knowledge District

Jbm.co.id-DENPASAR | Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali terus memperluas pengembangan kawasan dengan mempersiapkan sejumlah proyek investasi hingga 2029. Dari total kawasan seluas 498 hektar, pembangunan fisik saat ini baru mencapai sekitar 15 persen, sehingga masih tersedia ruang besar untuk pengembangan investasi baru.
PT Bali Turtle Island Development (BTID) selaku pengelola KEK Kura Kura Bali mencatat investasi yang telah terealisasi hingga triwulan II 2026 mencapai Rp1.796,82 miliar. Investasi tersebut melibatkan tiga pelaku usaha dan telah menyerap 5.316 tenaga kerja.
Sementara itu, nilai investasi pembangunan di kawasan sejak proses pengusulan KEK hingga saat ini telah mencapai Rp2.850,58 miliar.
Presiden Direktur PT Bali Turtle Island Development (BTID) Tuti Hadiputranto bersama Presiden Komisaris PT Bali Turtle Island Development (BTID) Tantowi Yahya menyampaikan perkembangan tersebut saat menerima Kunjungan Kerja (Kunker) Reses Komisi XII DPR RI di KEK Kura Kura Bali, Kamis, 23 Juli 2026.
KEK Kura Kura Bali sendiri berfokus pada pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Pengembang telah menyiapkan master plan investasi periode 2025-2029 yang mencakup berbagai proyek strategis.
Salah satu proyek yang menjadi prioritas utama adalah Sira Village Grand Outlet Bali (GOB), yang dibangun bersama Mitsubishi di atas lahan sekitar 4 hektar. Fasilitas tersebut diproyeksikan menjadi outlet mall terbesar di Bali.
“Di Bali belum pernah ada fasilitas seperti ini. Ini merupakan satu-satunya outlet mall yang ada di Bali. Kebetulan, soft opening-nya akan dilaksanakan pada 31 Juli 2026. Kalau kita pergi ke luar negeri, selalu nomor satu yang dicari adalah factory outlet. Kalau belanja, bahkan tidak pakai tas lagi, tetapi pakai koper. Jadi, kami berharap hal yang sama juga bisa terjadi di sini,” kata Tuti Hadiputranto.
Siapkan Marina Internasional
Prioritas berikutnya adalah pembangunan Marina Revetment dan Promenade. Proyek ini menjadi bagian dari rencana KEK Kura Kura Bali untuk menghadirkan marina bertaraf internasional di kawasan tersebut.
“Pembangunan dimulai dengan refitment atau seawall yang ada di sekeliling pantai agar tidak mengalami erosi. Kemudian, ada Promenade, yaitu jalan di samping pantai, sehingga siapapun yang berkunjung ke marina nanti bisa berjalan mengelilinginya seperti di luar negeri,” ujarnya.
Marina tersebut nantinya dirancang mampu menampung hingga 140 yacht. Kawasan di sekitarnya juga akan dilengkapi apartemen, retail, hotel, entertainment, serta berbagai fasilitas eksklusif.
Selain marina, pengembangan berikutnya mencakup Azure Residence berupa kawasan hunian dan bangunan yang dapat dibeli. Saat ini proyek tersebut mulai ditawarkan, sedangkan show unit ditargetkan selesai pada 2026.
Proyek lainnya adalah Nursery. Secara keseluruhan, pengembang menargetkan pembangunan 19 proyek di kawasan KEK Kura Kura Bali dan saat ini tengah melakukan pembahasan dengan sejumlah calon investor.
Bangun Kawasan Berbasis Lingkungan
Pengembangan KEK Kura Kura Bali tidak hanya diarahkan pada investasi pariwisata, tetapi juga mengedepankan konsep keberlanjutan dan lingkungan.
Sejumlah fasilitas yang telah dan sedang dikembangkan antara lain Kura-Kura Cove, Eco Tent, UID Campus, Surf-Surf by the Waves, hingga Three Mountains yang dirancang sebagai bangunan bambu.
“Namun, di bangunan ini, Bapak Menteri sering berkunjung. Bahkan, kita pernah menjamu Pemimpin Cina yang datang kesini. Meski demikian, buktinya mereka sangat menikmati. Tadi saya jelaskan bahwa kita berpegang pada Tri Hita Karana. Karena itu, kami juga menghormati alam. Itu semua bangunan mengacu pada sustainability dan ramah lingkungan,” ujarnya.
Konsep ramah lingkungan juga diterapkan pada infrastruktur jalan. Jalan menuju kawasan KEK Kura Kura Bali menggunakan permeable pavement yang memungkinkan air hujan meresap kembali ke dalam tanah.
“Mengapa? Karena kami meyakini bahwa air hujan nantinya dapat langsung masuk ke tanah. Jadi, kembali lagi, bagaimana kami memikirkan mengenai lingkungan,” tuturnya.
Pengembang juga membangun kanal air yang menyerupai sungai dan mengelilingi sejumlah bagian kawasan. Selain itu, terdapat tujuh danau yang berfungsi menampung air hujan.
“Nanti, kalau sempat, di sungai tersebut ada perahu, meskipun saya tidak tahu sekarang sedang beroperasi atau tidak. Perahu itu nantinya dapat dinikmati oleh turis-turis yang datang ke Indonesia. Jadi, air dari danau tersebut kami gunakan untuk menyirami seluruh landscape yang ada di kawasan,” tambahnya.
Infrastruktur Bawah Tanah
Dari sisi utilitas, KEK Kura Kura Bali telah membangun jaringan dan gardu listrik dengan kapasitas 6,4 MW. Jaringan internet 5G, telekomunikasi, dan listrik juga ditempatkan di bawah tanah.
“Sehingga, Bapak dan Ibu yang berkunjung kesini tidak melihat kabel-kabel bergelantungan seperti yang banyak kita lihat di Jakarta. Kemudian ada dinding pengaman pulau, yaitu refitment yang tadi kami ceritakan,” urainya.
Di sektor pendidikan, pengembang sebelumnya juga telah membangun sekolah ACS Bali sebagai bagian dari komitmen terhadap pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).
“Kami membangun ini bukan hanya untuk menawarkan sekolah yang bermutu karena ACS merupakan sekolah swasta di Singapura yang sangat bagus,” ujarnya.
Pengembangan ACS Bali juga akan dilengkapi fasilitas olahraga dan ACS Dormitory yang dibangun secara bertahap.
Knowledge District Mulai 2027
Pengembangan KEK Kura Kura Bali juga akan diarahkan menjadi kawasan ekonomi kreatif dan berbasis pengetahuan. Salah satu proyek yang disiapkan adalah Knowledge District yang ditargetkan mulai dibangun pada 2027.
“Jadi, Knowledge District itu nanti kami inginkan menjadi kawasan yang diisi kantor-kantor yang membuat animasi, film, serta berbagai kegiatan kreatif, termasuk yang berkaitan dengan AI dan sebagainya,” pungkasnya.
Dengan lahan yang baru terbangun sekitar 15 persen, KEK Kura Kura Bali masih memiliki potensi pengembangan yang besar.
Rencana investasi hingga 2029 diharapkan dapat memperluas aktivitas pariwisata, ekonomi kreatif, pendidikan, hunian, marina hingga industri kreatif di kawasan KEK Kura Kura Bali. (ace).




