Yunnan-Bali Perkuat Kerja Sama Siapkan 27 Lampu Tenaga Surya dan 10 Hektar Pertanian Organik

Jbm.co.id-DENPASAR | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali menyambut kedatangan Delegasi Provinsi Yunnan di Bali sebagai bagian dari penguatan kerja sama Provinsi Bersaudara (Friendship Provinces) antara Provinsi Bali dan Provinsi Yunnan di bidang pertanian hijau, ekowisata, energi bersih dan pertukaran budaya.
Hubungan persahabatan serta kerja sama antara Provinsi Yunnan dan Provinsi Bali lebih lanjut menjajaki kerja sama praktis antara kedua provinsi dalam bidang pertanian, kebudayaan dan pariwisata.
Dalam kerangka hubungan provinsi bersahabat antara Provinsi Yunnan dan Provinsi Bali, Yunnan telah melaksanakan Proyek Percontohan Kerja Sama Agro Ekowisata Yunnan-Bali di Kabupaten Tabanan sejak tahun 2024 dengan hasil yang sangat baik.
Untuk terus menggali potensi kerja sama di bidang pertanian hijau, ekowisata, energi bersih, dan pertukaran budaya, Yunnan melanjutkan pelaksanaan Proyek Percontohan Kerja Sama Agro Ekowisata Yunnan-Bali, yang bertujuan meningkatkan penggunaan penerangan tenaga surya/ fotovoltaik dan pengembangan pertanian organik.
Untuk itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dr. drh. Luh Ayu Aryani, M.P., secara resmi mulai melakukan Peluncuran Yunnan Hand in Hand Program “Proyek Kerja Sama Ekowisata
dan Pertanian di Provinsi Bali melalui Penerangan Tenaga Surya dan Peningkatan Pertanian Organik” di Ruang Rapat Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, 12 Agustus 2026.
Turut hadir, Wang Yu selaku Wakil Presiden Eksekutif, Asosiasi Persahabatan Rakyat Provinsi Yunnan dengan Negara-Negara Asing, Gao Song selaku Direktur Divisi II Audit Tanggung Jawab Ekonomi, Departemen Audit Provinsi Yunnan, Tan Xin selaku Wakil Direktur Divisi Kerja Sama Luar Negeri, Departemen Keuangan Provinsi Yunnan dan Yi Xiuping selaku Wakil Sekretaris Jenderal, Asosiasi Persahabatan Rakyat Provinsi Yunnan dengan Negara-Negara Asing.
Hadir pula, Zhu Yu selaku Wakil Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Denpasar, I Made Supartha selaku Kepala Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda -Bali, Ni GAN Adyani Utari Kabag Kerja Sama Biro Pemerintahan dan Kesra Setda Prov Bali, Agus Maha Usadha sebagai Daily Chairman Perhimpunan Persahabatan Indonesia Tiongkok (PPIT) Bali, I Gede Putu Eka Budiyasa, Ketua Umum Yayasan Jejaring Pengembangan Desa Wisata Indonesia (JPDWI) Wilayah Bali, I Nyoman Winata Perwakilan Perbekel Desa Senganan Penebel Kabupaten Tabanan dan para undangan lainnya.
Pada kesempatan tersebut, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dr. drh. Luh Ayu Aryani, M.P., menyambut Provinsi Yunnan di Bali, baik kedatangan Delegasi Provinsi Yunnan di Bali, sekaligus mendukung penuh atas keberadaan Agro-Ekowisata ini sebagai wujud nyata kerja sama internasional sejalan dengan visi pembangunan Bali yang berlandaskan pada keberlanjutan, pelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, kehadiran Delegasi Yunnan pada hari ini memiliki arti yang sangat istimewa bagi kami. Mengingat, tahun 2025 lalu, pelaksanaan Peresmian Kawasan Pertanian Organik dan Pariwisata SOKA Lestari Agro Ekowisata menjadi salah satu wujud nyata dari kerja sama dan persahabatan antara Bali dan Yunnan.
Pertemuan dan kolaborasi yang telah dimulai pada saat itu, kini kembali dilanjutkan melalui Peluncuran Proyek Kerja Sama Ekowisata dan Pertanian melalui Penerangan Tenaga Surya dan Peningkatan Pertanian Organik.
Pengembangan Agro-Ekowisata ini sejalan dengan arah pembangunan Provinsi Bali yang menempatkan pertanian, lingkungan hidup, pariwisata, serta pemberdayaan masyarakat sebagai bagian yang saling terintegrasi.
“Inisiatif berikut diharapkan dapat menjadi contoh bagaimana pertanian dapat dikembangkan menjadi bagian dari pengalaman pariwisata yang berkualitas, sekaligus menciptakan nilai tambah dan peluang ekonomi bagi petani, masyarakat desa, UMKM dan pelaku ekonomi lokal,” terangnya.
Lebih dari itu, Agro-Ekowisata ini merupakan salah satu wujud nyata dari kerja sama dan persahabatan antara Provinsi Bali dan Provinsi Yunnan.
Melalui kolaborasi ini, pihaknya tidak hanya mengembangkan Agro-Ekowisata, tetapi juga membuka ruang untuk saling berbagi pengalaman, pengetahuan, dan praktik terbaik dalam pertanian hijau, pariwisata berkelanjutan, serta pelestarian lingkungan dan kebudayaan.
“Kami berharap hal tersebut dapat menjadi titik awal bagi pengembangan berbagai bentuk kolaborasi Bali-Yunnan kedepannya, sehingga hubungan persahabatan kedua wilayah dapat terus diwujudkan melalui program-program konkret yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” paparnya.
Selain itu, pihaknya juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mewujudkan agro-ekowisata ini. Inisiatif ini tidak hanya mengembangkan pertanian sebagai sektor ekonomi, tetapi juga mengintegrasikan potensi alam, pariwisata, dan kebudayaan dalam satu kesatuan yang saling menguatkan.
“Semoga dengan adanya Agro-Ekowisata tersebut, mampu menciptakan pengalaman wisata yang bermakna, membuka peluang ekonomi bagi masyarakat, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dan keberlanjutan pembangunan Bali,” harapnya.
Sementara itu, Wakil Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Denpasar, Zhu Yu menyebutkan Tiongkok dan Indonesia merupakan negara tetangga yang dekat, sahabat baik, sekaligus Mitra Kerja Sama Strategis Komprehensif. Bahkan, hubungan persahabatan dan pertukaran antara Tiongkok dan Bali telah terjalin sejak lama. Kedua belah pihak memiliki kekayaan budaya tradisional yang saling berinteraksi dan memberikan pengaruh yang mendalam.
Seiring berjalannya waktu, hubungan persahabatan dan ikatan antar masyarakat Tiongkok dan Bali terus tumbuh serta diwariskan dari generasi ke generasi.
Menurutnya, saat ini, terdapat tiga provinsi di Tiongkok yang telah menjalin hubungan persahabatan dengan Provinsi Bali. Salah satunya Provinsi Yunnan dan Provinsi Bali secara resmi menjalin hubungan persahabatan pada tahun 2003.
Hal tersebut menjadikan Yunnan sebagai provinsi pertama di Tiongkok yang membangun hubungan persahabatan dengan Bali.
Selama lebih dari dua dekade, hubungan antar kedua daerah terus berkembang melalui berbagai bentuk pertukaran dan kerja sama di bidang kebudayaan, pariwisata, pertanian, serta sektor-sektor lainnya. Bahkan, Grup Seni Provinsi Yunnan juga telah berulang kali berpartisipasi dalam Bali World Culture Celebration (BWCC), turut mempererat hubungan kebudayaan dan persahabatan antara masyarakat Yunnan dan Bali.
Lebih lanjut, Zhu Yu menyatakan pada tahun 2024, Provinsi Yunnan untuk pertama kalinya meluncurkan proyek bantuan persahabatan bertajuk “Hati yang Terhubung, Perjalanan Yunnan” di Indonesia. Program ini mencakup bantuan berupa bibit padi organik unggul dari Yunnan bagi masyarakat di DesaJatiluwih, Kabupaten Tabanan berupa pelatihan teknik budidaya dan penanaman, serta pembangunan berbagai fasilitas penunjang pariwisata pedesaan.
Berkat kerja sama dan upaya bersama kedua belah pihak, hingga saat ini luas lahan yang telah berpartisipasi dalam program budidaya padi organik melalui bantuan Provinsi Yunnan telah mencapai hampir 17 hektar.
Tak hanya itu, produktivitas padi juga meningkat secara signifikan, dari rata-rata sekitar 4.000 kilogram menjadi lebih dari 4.500 kilogram per hektar.
Dalam kurun waktu dua tahun, program ini telah memberikan manfaat kepada lebih dari 1.000 petani lokal, dengan peningkatan rata-rata pendapatan tahunan lebih dari 20 persen.
“Pencapaian tersebut tidak hanya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat setempat, tetapi juga menjadi salah satu bukti keberhasilan kerja sama dan persahabatan antara Yunnan dan Bali,” kata Zhu Yu.
Prestasi ini bahkan telah tercatat sebagai salah satu pencapaian dalam Konferensi Tingkat Tinggi Forum Aksi Pembangunan Berbagi Manfaat yang ke-2.
Lebih lanjut, Zhu Yu menyampaikan hari ini, proyek ketiga dalam rangkaian kegiatan “Yunnan Hand in Hand” secara resmi diluncurkan. Proyek tahun 2026 ini bertajuk “Proyek Peningkatan Penerangan dengan Tenaga Surya/Surya Panel dan Pertanian Organik” mencakup pembangunan 27 unit lampu penerangan jalan bertenaga surya serta pengembangan kawasan percontohan budidaya padi organik seluas kurang lebih 10 hektar.
Peluncuran proyek ini menandai dibukanya babak baru dalam kerja sama dan persahabatan antara Yunnan dan Bali, sekaligus menjadi wujud nyata dari komitmen bersama untuk mendorong pembangunan berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Atas peluncuran proyek ini, saya menyampaikan ucapan selamat yang setulus-tulusnya. Semoga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan lancar, memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat, serta mencapai keberhasilan yang gemilang. Semoga kerja sama dan persahabatan antara Yunnan dan Bali semakin erat dan terus berkembang dari waktu ke waktu,” ujarnya.
Saat ini, hubungan antara Tiongkok dan Indonesia tengah memasuki tahap perkembangan yang semakin komprehensif, mendalam dan dinamis.
Dibawah bimbingan strategis para pemimpin tertinggi kedua negara, pihaknya mengajak bersama-sama melanjutkan capaian yang telah diraih, memperkokoh fondasi persahabatan, serta membuka lembaran baru dalam kerja sama bilateral.
Kedepan, pihaknya akan terus memperkuat kerja sama yang saling menguntungkan dan memperluas pertukaran antar masyarakat di berbagai bidang guna mendorong hubungan Tiongkok Indonesia menuju tingkat yang lebih tinggi dan memberikan manfaat yang semakin nyata bagi kedua bangsa dan masyarakat kedua negara.
“Semoga persahabatan dan kerja sama antara Provinsi Yunnan dan Provinsi Bali senantiasa tumbuh semakin erat, menghasilkan lebih banyak capaian yang positif, dan menjadi jembatan penting dalam memperkokoh hubungan persahabatan antara Tiongkok dan Indonesia,” pungkasnya. (ace).




