Mutasi Pejabat Pemkab Pacitan Kian Menguat, Kursi Kepala Bapprinda Jadi Sorotan
"Sejumlah sumber menyebut, mutasi kemungkinan dilakukan untuk mengisi kekosongan jabatan strategis yang akan ditinggalkan pejabat lama pada akhir Juni"

Pacitan,JBM.co.id- Isu mutasi pejabat struktural di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pacitan diperkirakan bakal menghangat menjelang Juli 2026. Meski kabar tersebut terus bergulir di ruang-ruang birokrasi, hingga kini belum ada pernyataan gamblang dari jajaran teras Pemkab setempat.
Sekretaris Daerah (Sekda) Pacitan, Maulana Heru Wiwoho Supadi Putro, masih memilih irit bicara saat dimintai konfirmasi terkait kemungkinan pergeseran pejabat di lingkup organisasi perangkat daerah (OPD). Ditemui di ruang kerjanya, Senin (22/6/2026), Heru menegaskan bahwa urusan mutasi sepenuhnya menjadi kewenangan kepala daerah.
“Konfirmasi saja langsung ke Pak Bupati,” ujarnya singkat sembari melempar senyum.
Jawaban singkat itu justru memantik spekulasi. Di tengah minimnya penjelasan resmi, kabar soal perombakan kabinet birokrasi di lingkungan Pemkab Pacitan terus mengemuka. Sejumlah sumber menyebut, mutasi kemungkinan dilakukan untuk mengisi kekosongan jabatan strategis yang akan ditinggalkan pejabat lama pada akhir Juni.
Salah satu posisi yang kini menjadi sorotan adalah kursi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapprinda). Jabatan tersebut dikabarkan akan kosong pada penghujung bulan ini, sehingga membuka peluang adanya pergeseran pejabat dalam waktu dekat.
Nama Mochamad Chusnul Faozi pun mulai santer disebut-sebut. Saat ini ia menjabat sebagai Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat. Dalam kasak-kusuk yang berkembang di internal birokrasi, Chusnul disebut menjadi salah satu figur kuat yang berpeluang digeser untuk menempati posisi Kepala Bapprinda.
Jika mutasi benar-benar digelar pada Juli mendatang, pergerakan pejabat diprediksi tidak hanya berhenti pada satu kursi. Pergeseran di level pimpinan OPD sangat mungkin terjadi sebagai efek domino dari pengisian jabatan strategis tersebut. Dengan kata lain, mutasi kali ini bisa menjadi pintu masuk bagi bergeraknya sejumlah “gerbong” birokrasi di Pemkab Pacitan.
Meski demikian, hingga berita ini ditulis belum ada keterangan resmi dari Bupati Pacitan terkait waktu pelaksanaan mutasi maupun nama-nama pejabat yang akan masuk dalam daftar pergeseran. Publik pun kini menanti kepastian, apakah rumor yang terus bergulir itu benar akan bermuara pada perombakan birokrasi pada Juli nanti.(Red/yun).



