
Jbm.co.id-BADUNG | Kepala Dinas Koperasi, Perdagangan dan UKM Kabupaten Badung diwakili Ni Luh Komang Sri Artini meresmikan Kantor Kas Kutuh KSP Ngardi Rahayu Bali ditandai pemotongan pita didampingi Ketua KSP Ngardi Rahayu Bali I Made Suana bersama General Manager KSP Ngardi Rahayu Bali, I Putu Candra Satryastina, SPd.H.,M.Pd., dan Direktur Utama PT Sangayu I Made Warmana, usai Upacara Mlaspas di Desa Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Minggu, 14 Juni 2026.
Turut hadir, Ketua Dekopinda Kabupaten Badung I Made Sutarma, SH., MH., Perbekel Desa Adat Kutuh I Wayan Mudana, ST., Kelian Dinas Banjar Petangan Ketut Sutama, tuan rumah I Made Kodim Arthawinaya, jajaran Pengurus, Pengawas dan Penasehat KSP Ngardi Rahayu Bali, tokoh masyarakat, para Pendiri dan mantan Pengurus KSP Ngardi Rahayu Bali.
Pada kesempatan tersebut, Ketua KSP Ngardi Rahayu Bali I Made Suana menegaskan keberadaan KSP Ngardi Rahayu Bali di Desa Kutuh dinilai sebagai sesuatu yang awalnya tidak direncanakan.
Menurutnya, keberadaan koperasi berawal dari pertemuan dengan beberapa gerakan untuk membentuk koperasi yang berada di Kuta Selatan, tepatnya di sebuah warung kecil yang berada didepan.
Kemudian, mereka berkumpul dan duduk bersama membahas arah pengelolaan koperasi kedepannya, agar bisa bermanfaat bagi masyarakat lebih luas, khususnya para anggota.
“Awalnya ada sesuatu yang memang dari kami ini harapan untuk terus bertumbuh dan berkembang itu selalu ada dalam benak kami selaku pengelola, pengurus dan semua stakeholder yang ada di internal koperasi itu sendiri,” kata Made Suana.
Lebih lanjut, Made Suana menyatakan pihaknya dari KSP Ngardi Rahayu Bali melihat lokasi di Desa Kutuh sangat bagus untuk dikembangkan kedepannya.
Dengan sinyal positif itu, pihaknya selaku stakeholder di KSP Ngardi Rahayu Bali menyambut positif untuk membentuk Kantor Kas Cabang Kutuh KSP Ngardi Rahayu Bali.
“Ayo kita berangkat, kita gerakkan dan lakukan langkah-langkah bagaimana nanti agar apa yang diawal hanya sepintas kita pikirkan, ternyata kita harus ada disana di Desa Kutuh, kita mulai bergerak mendekati owner dari pemilik lahan dan bangunan, kita lakukan komunikasi intens dan akhirnya sampai hari ini bisa terwujud,” kata Made Suana.
Setelah melalui sejumlah proses, akhirnya Kantor Kas Cabang Kutuh KSP Ngardi Rahayu Bali diresmikan berkat partisipasi dan dukungan berbagai pihak, diantaranya pemilik gedung, pemilik bangunan dan pemilik lahan memberikan kesempatan buat keberadaan KSP Ngardi Rahayu Bali.
“Demikian pula, internal kami yang semuanya semangat, kompak untuk mewujudkan semua ini,” terangnya.
Lebih lanjut, Made Suana menyebutkan pengelolaan koperasi sekaligus berkompetisi itu bukanlah sesuatu hal yang menakutkan. Dalam pengelolaan koperasi itu, sesungguhnya tidak berkompetisi.
“Sesungguhnya kita bangun sebuah semangat kebersamaan, berkolaborasi dan bersinergi. Itu hal sebenarnya hal yang paling mendalam dalam pengelolaan koperasi itu sendiri,” urainya.
Meski demikian, keberadaan Koperasi Merah Putih (KMP) yang digadang-gadang oleh pemerintah akan dimunculkan hingga saat ini harus diakui belum ada komunikasi terkait dengan lembaga-lembaga, terutama Koperasi Merah Putih.
“Itu akan seperti apa nanti keberadaan Koperasi Merah Putih itu sendiri dan koperasi yang ada saat ini akan menjalankan kegiatan usahanya masing-masing. Apakah itu ruang kolaborasi masih ada atau akan dibuka atau akan seperti apa,” terangnya.
Untuk itu, pihaknya harus memiliki semangat terkait bisa membangun dan menggerakkan perekonomian, terutama ekonomi kerakyatan dan UMKM yang ada, khususnya di lingkungan berada,” kata Made Suarna.
Sementara itu, General Manager KSP Ngardi Rahayu Bali, I Putu Candra Satryastina, SPd.H.,M.Pd., menegaskan saat ini aset koperasi menembus Rp 107 miliar berkat pengelolaan koperasi. Awalnya sebagai tim hanya mencapai Rp 17 miliar, pada tahun 2021.
Demikian pula, NPL (Non-Performing Loan) atau kredit bermasalah sebelumnya 43 persen dalam waktu 5 tahun, pihaknya bisa tekan di angka 0,1 persen.
“Ini sebuah pencapaian luar biasa bukan hanya kerja saya sendiri, pengurus atau pengawas, tapi ini adalah kerja sama dari semua elemen dan lapisan dari anggota KSP Ngardi Rahayu Bali itu sendiri,” kata Candra Satryastina.
Menurutnya, pencapaian tersebut bisa menjadi sebuah percontohan nanti kedepan bagi koperasi-koperasi yang ada di Bali.
Terlebih lagi, koperasi itu sendiri sesuai dengan namanya, lanjutnya berkomitmen dimanapun nanti berada KSP Ngardi Rahayu Bali bakal memberikan sebuah kesejahteraan sesuai dengan namanya Ngardi Rahayu.
“Itu sebagai visi utama kami. Jadi, untuk kedepan dengan ekspansi ini memang kita sudah rencanakan di rencana kerja kemarin, beberapa tahun dari 2024, 2025 dan sekarang memang belum tereksekusi. Astungkara, tahun 2026 ini kita sudah mampu mencapainya,” kata Candra Satryastina.
Disisi lain, pihaknya mengakui terus melakukan pengembangan-pengembangan. Untuk itu, Candra Satryastina berharap awalnya koperasi dibangun berbasis banjar, yang sekarang sudah open publik dengan jumlah anggota totalnya berjumlah 2.353 orang saat ini.
“Awalnya hanya 500 orang warga kami saja, Banjar Penyarikan, sekarang open publik sudah mencapai 2.300-an orang,” tambahnya.
Oleh karena itu, Candra Satryastina berharap kedepannya KSP Ngardi Rahayu Bali bisa menjadi sebuah gurita bisnis.
Untuk itu, pihaknya membangun ekosistem bisnis yang tidak hanya bergerak di bidang Simpan Pinjam saja, tapi bidang-bidang lainnya. Mengingat, pihaknya punya anak perusahaan, yakni PT. Satya Ngardi Rahayu (Sangayu).
“Jadi, koperasi itu tidak hanya bergerak di Simpan Pinjam saja. Walaupun kita terbentur secara regulasi, yakni Permenkop Nomor 8 tahun 2023, namun masih ada peluang-peluang lainnya yang bisa kita garap melalui anak perusahaan kita,” paparnya.
Untuk kedepannya, memang ekonomi kerakyatan sesuai dengan visi misi besar dari Pemerintah RI, ternyata bisa dibuktikan dan diwujudkan melalui hal kecil ini.
Selain itu, pihaknya juga berkeinginan mengembangkan skill up kasta dari koperasi, karena selama ini tantangan koperasi selalu dianggap lembaga bersifat tradisional dan tidak memiliki kompetensi atau dipandang sebelah mata.
“Nah, ini yang akan kami kembangkan kedepan, sehingga menjadi role model atau contoh kedepan, bahwa koperasi itu adalah sebuah ekosistem kekuatan nyata dari ekonomi kerakyatan kita,” tambahnya.
Meski di setiap banjar di Desa Kutuh terdapat banyak koperasi, koperasi umum, LPD dan perbankan, namun, pihaknya mengakui memiliki segmentasi yang berbeda.
Koperasi-koperasi ini seharusnya bisa berkolaborasi satu sama lainnya, lantaran setiap koperasi memiliki blank spot, yang bertujuan mensejahterakan anggotanya.
“Kita melihat beberapa koperasi ada sektor atau segmen yang belum tergarap. Nah, nanti kita akan polakan sedemikian rupa dimana red ocean dan blue ocean kita masuk disana, sehingga kita tidak berkompetisi, namun kita bisa berkolaborasi saling isi mengisi,” urainya.
Ketika ada bagian belum tergarap, pihaknya bakal menggarap sektor tersebut, karena segmentasi sangat luas , dimulai dari Rp 1 juta hingga Rp 5 miliar.
“Itu bisa kami garap dengan memberikan pinjaman atau pembiayaan yang diperlukan,” imbuhnya.
Menariknya, KSP Ngardi Rahayu Bali memiliki produk unggulan Sanga Plus atau Simpanan Anggota Plus sebagai produk penguatan modal. Kemudian, produk tersebut melakukan kolaborasi dengan BPJS Tenaga Kerja.
Selanjutnya, anggota yang mengikuti program ini mendapatkan Santunan Kematian dari BPJS Tenaga Kerja yang kemudian dicreate dengan ekosistem PT Sangayu.
“Disana kebetulan ada unit usaha Piranti Upacara Yadnya. Nah, jika ada warga meninggal dunia maka cair Santunan Kematian dari BPJS Tenaga Kerja. Lalu, bantennya sampai bade hingga selesai kita akan siapkan,” kata Candra Satryastina.
Untik itu, pihaknya membangun ekosistem ekonomi, sehingga masuk menjadi anggota Ngardi Rahayu Bali dan meninggal dunia sampai selesai sudah ditanggung KSP Ngardi Rahayu Bali.
“Kebanyakan masyarakat tidak punya dana darurat untuk mempersiapkan kematian, salah satunya,” kata Candra Satryastina.
Disisi lain, KSP Ngardi Rahayu tidak hanya memberikan manfaat berupa profit SHU saja, namun juga banyak ada benefit-benefit yang diberikan, salah satunya kegiatan Pasar Murah dan Bagikan Daging Babi Gratis bertajuk Penyarikan Ngardi Rahayu beserta kegiatan-kegiatan lainnya.
“Kami berpesan untuk masyarakat pada umumnya, mari kita berkoperasi, karena dengan berkoperasi, selain kita melakukan transaksi, kita juga sebagai owner-nya langsung. Jadi, kita memiliki dan transaksi serta kita nikmati hasilnya sendiri. Mari kita berkoperasi tetap semangat, semangat,” ajaknya.
Direktur Utama (Dirut) PT Satya Ngardi Rahayu (Sangayu) I Made Warmana sekaligus Sekretaris KSP Ngardi Rahayu Bali juga menambahkan koperasi berjalan di sektor Simpan Pinjam, maka terbentuklah PT Sangayu di bidang ekonomi yang bertujuan mensejahterakan seluruh anggota.
“Kami disini keberadaan di PT Sangayu dikatakan sudah menjalankan beberapa segmen antara lain di piranti Yadnya,” kata Made Warmana.
Selain itu, PT Sangayu juga bekerjasama dengan Perumda MGS Badung dalam penjualan beras dan bahan-bahan kebutuhan pokok.
“Disini sudah tentunya kami mempunyai komitmen tidak akan pernah mematikan namanya UMKM yang ada sudah tentunya kami malah berkolaborasi disini membantu UMKM untuk mendapatkan harga-harga murah demi kesejahteraan anggota,” terangnya.
Bahkan, pihaknya berharap bersama untuk mencapai yang namanya Panca Kerta meliputi Pertama, Kerta Angga artinya orang per orang harus sejahtera dan Kedua, Kerta Warga berarti semua anggota harus sejahtera.
Ketiga, Kerta Desa berarti semua banjar yang ada di seluruh Bali memiliki koperasi dan badan usaha di bidang perekonomian yang diharapkan Kerta Desa akan tercapai. Keempat, Kerta Negara dan terakhir, Kerta Buana.
“Kami berharap kepada masyarakat dimanapun berada, khususnya kami di Banjar Penyarikan sudah tentunya keberadaan PT Sangayu bagaimana untuk mensejahterakan masyarakat kita semua,” tutupnya. (ace).




