BeritaDaerahLingkungan HidupPemerintahanPendidikanPolitikSosial

TPS 3R Sido Makmur Jadi Percontohan Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat di Pacitan

"TPS 3R Sido Makmur merupakan salah satu unit pengelolaan sampah yang dinilai berhasil menerapkan konsep Reduce, Reuse, dan Recycle (3R)"

Pacitan,JBM.co.id- Komitmen Pemerintah Kabupaten Pacitan dalam mendorong pengelolaan sampah yang berkelanjutan kembali ditunjukkan melalui kunjungan kerja Staf Ahli Bupati Pacitan Bidang Pembangunan, Ekonomi, dan Keuangan, Prayitno, ke TPS 3R Sido Makmur di Lingkungan Plelen, Kelurahan Sidoharjo, Kamis (4/6/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau secara langsung kondisi sarana dan prasarana, proses pengolahan sampah, serta berdialog dengan para pekerja yang selama ini menjadi ujung tombak pengelolaan sampah di lokasi tersebut.

TPS 3R Sido Makmur merupakan salah satu unit pengelolaan sampah yang dinilai berhasil menerapkan konsep Reduce, Reuse, dan Recycle (3R). Saat ini, fasilitas tersebut melayani sekitar 1.300 kepala keluarga serta 51 pelanggan non-rumah tangga yang meliputi kantor, instansi pemerintah, sekolah, pabrik, hingga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Operasional TPS didukung oleh 14 tenaga kerja yang setiap hari bertugas melakukan pengumpulan, pemilahan, dan pengolahan sampah. Sampah yang masuk dipisahkan berdasarkan jenisnya. Sampah organik diolah menjadi kompos yang bermanfaat bagi sektor pertanian, sementara sampah anorganik yang masih memiliki nilai ekonomi dijual kepada pengepul untuk didaur ulang.

Tidak hanya itu, TPS 3R Sido Makmur juga mengembangkan budidaya maggot sebagai bagian dari inovasi pengelolaan sampah organik. Maggot yang dihasilkan dimanfaatkan sebagai pakan ikan lele sekaligus menjadi sumber pendapatan tambahan bagi pengelola.

Melalui sistem pengelolaan yang terintegrasi tersebut, TPS 3R Sido Makmur mampu mereduksi hingga 76 persen volume sampah yang masuk. Capaian ini menjadi bukti bahwa pengelolaan sampah berbasis masyarakat tidak hanya efektif mengurangi timbunan sampah, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi warga sekitar.

Dalam sesi dialog, para pekerja menyampaikan sejumlah kebutuhan untuk meningkatkan kualitas pelayanan, di antaranya penambahan alat pemilah sampah dan armada roda empat guna mendukung pengangkutan sampah dari pelanggan menuju lokasi TPS.

Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, Prayitno menilai keberhasilan TPS 3R Sido Makmur layak dijadikan contoh bagi wilayah lain di Kabupaten Pacitan. Menurutnya, model pengelolaan seperti ini memiliki potensi besar untuk direplikasi guna memperkuat sistem persampahan daerah.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa pengembangan TPS 3R harus didukung oleh berbagai faktor, mulai dari ketersediaan lahan yang memadai, sarana dan prasarana yang sesuai standar, kesiapan sumber daya manusia, hingga pendampingan yang berkelanjutan.

Prayitno juga menekankan pentingnya penerapan pendekatan pentahelix yang melibatkan unsur pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media. Sinergi lima unsur tersebut dinilai menjadi kunci keberhasilan, terutama pada tahun pertama operasional, sehingga TPS 3R yang dibangun mampu tumbuh secara mandiri, berkelanjutan, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan kelestarian lingkungan.

“Keterlibatan seluruh pemangku kepentingan sangat penting agar pengelolaan sampah tidak hanya berjalan baik, tetapi juga mampu berkembang dan memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi daerah,” ujarnya.(Red/yun).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button