BeritaDaerahEkonomiPemerintahanPendidikanSosial

Pacitan Hadapi Tekanan Harga Pangan, Inflasi Minggu Kedua Mei 2026 Capai 0,69 Persen

"Dinamika harga kebutuhan pokok masih sangat dipengaruhi oleh faktor cuaca, distribusi, serta pasokan komoditas hortikultura di tingkat pasar"

Pacitan, JBM. co.id- Kabupaten Pacitan kembali mengalami tekanan harga pangan pada minggu kedua Mei 2026. Berdasarkan hasil pengolahan data Indeks Perkembangan Harga (IPH), daerah ini mencatat inflasi sebesar 0,69 persen yang dipicu terutama oleh kenaikan harga cabai rawit, cabai merah, dan bawang merah.

Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Pacitan, Ayub Setyo Budi, mengatakan bahwa dinamika harga kebutuhan pokok masih sangat dipengaruhi oleh faktor cuaca, distribusi, serta pasokan komoditas hortikultura di tingkat pasar.

“Cabai rawit masih menjadi penyumbang utama inflasi minggu kedua Mei. Selain itu, kenaikan harga cabai merah dan bawang merah juga ikut memberikan andil cukup besar terhadap peningkatan IPH Kabupaten Pacitan,” ujarnya, Senin (18/5/2026).

Meski mengalami inflasi mingguan, Ayub menjelaskan bahwa secara tahunan kondisi harga di Pacitan relatif masih terkendali. Tercatat, IPH tahunan atau year on year (y on y) pada April 2026 berada di angka minus 0,88 persen. Sementara IPH tahun kalender (year to date/y to d) sebesar minus 2,07 persen dan IPH bulanan (month to month/m to m) April tercatat minus 2,87 persen.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa fluktuasi harga pangan di Pacitan masih bergerak dinamis mengikuti siklus produksi dan distribusi komoditas utama.

“Pergerakan harga saat ini perlu dicermati bersama, terutama pada komoditas strategis seperti cabai dan bawang. Pemerintah daerah terus melakukan pemantauan pasar dan koordinasi dengan berbagai pihak agar pasokan tetap aman dan harga tidak melonjak terlalu tinggi,” tambahnya.

Secara nasional, IPH Kabupaten Pacitan pada minggu kedua Mei 2026 menempati peringkat ke-85. Sementara di tingkat Provinsi Jawa Timur berada di urutan ke-16, dan di Pulau Jawa menempati posisi ke-23.

Dalam laporan perkembangan harga mingguan, sejumlah komoditas tercatat mengalami kenaikan dibanding rata-rata harga April 2026, di antaranya minyak goreng, cabai merah, cabai rawit, dan bawang merah. Adapun komoditas yang relatif stabil meliputi beras, Minyakita, daging sapi, dan pisang.

Di sisi lain, beberapa bahan pangan justru mengalami penurunan harga, seperti daging ayam ras, telur ayam ras, bawang putih, jeruk, dan gula pasir.

Ayub menilai, perubahan harga tersebut merupakan bagian dari dinamika pasar yang harus dipahami masyarakat secara bijak. Ia juga mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan berbelanja sesuai kebutuhan.

“Pemerintah berharap masyarakat tetap bijak dalam berbelanja dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Stabilitas harga membutuhkan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, distributor, hingga masyarakat sebagai konsumen,” katanya.

Di tingkat Jawa Timur, Kabupaten Jombang tercatat sebagai daerah dengan IPH tertinggi sebesar 3,34 persen, sedangkan Kabupaten Probolinggo mengalami deflasi terdalam sebesar minus 1,41 persen.

Fenomena naik-turunnya harga pangan ini menjadi pengingat bahwa sektor pangan memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah. Karena itu, penguatan distribusi, kelancaran pasokan, serta dukungan terhadap produksi pertanian lokal menjadi langkah strategis yang terus diupayakan Pemerintah Kabupaten Pacitan demi menjaga daya beli masyarakat dan ketahanan ekonomi daerah.(Red/yun).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button