BeritaDaerahEkonomiPemerintahanPendidikanSosial

Inflasi Pacitan Awal Mei Naik 0,36 Persen, Cabai dan Minyak Goreng Jadi Pemicu Utama

"Dinamika harga pada awal Mei masih didominasi fluktuasi komoditas hortikultura yang sensitif terhadap distribusi dan pasokan pasar"

Pacitan,JBM.co.id-Pergerakan harga kebutuhan pokok pada minggu pertama Mei 2026 menunjukkan adanya kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) di Kabupaten Pacitan sebesar 0,36 persen. Kenaikan tersebut dipicu oleh meningkatnya harga sejumlah komoditas pangan strategis, terutama cabai rawit, cabai merah, dan minyak goreng.

Berdasarkan data yang diolah dari BPS, Kabupaten Pacitan menempati urutan ke-106 secara nasional dalam perkembangan IPH minggu pertama Mei 2026. Sementara di tingkat Provinsi Jawa Timur berada di posisi ke-17, dan urutan ke-31 di Pulau Jawa.

Kepala Bagian Perekonomian Setda Pacitan, Ayub Setyo Budi, mengatakan bahwa dinamika harga pada awal Mei masih didominasi fluktuasi komoditas hortikultura yang sensitif terhadap distribusi dan pasokan pasar.

“Cabai rawit dan cabai merah masih menjadi komoditas utama penyumbang inflasi minggu pertama Mei. Selain itu, kenaikan harga minyak goreng juga turut memberikan andil terhadap meningkatnya IPH Kabupaten Pacitan,” ujarnya, Senin (11/5/2026).

Ia menjelaskan, meskipun secara mingguan terjadi inflasi, kondisi tahunan Pacitan masih menunjukkan tren deflasi. Tercatat IPH tahunan atau year on year (y-on-y) April 2026 berada pada angka minus 0,88 persen. Sementara IPH tahun kalender atau year to date (y-to-d) tercatat minus 2,07 persen, dan IPH bulanan atau month to month (m-to-m) April 2026 sebesar minus 2,87 persen.

Menurut Ayub, perkembangan harga selama Januari hingga Mei 2026 menunjukkan fluktuasi yang cukup dinamis. Pada Januari terjadi deflasi cukup dalam sebesar 5,21 persen, kemudian berbalik inflasi pada Februari sebesar 4,73 persen dan Maret sebesar 1,28 persen. Memasuki April kembali terjadi penurunan harga, sebelum akhirnya awal Mei mengalami kenaikan tipis.

“Perubahan harga pangan memang sangat dipengaruhi kondisi cuaca, distribusi, serta pasokan dari daerah produsen. Karena itu pemerintah daerah terus melakukan pemantauan secara berkala agar stabilitas harga tetap terjaga,” tambahnya.

Dari hasil pemantauan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Disdagnaker Pacitan, komoditas yang mengalami kenaikan harga pada minggu pertama Mei antara lain minyak goreng, cabai merah, cabai rawit, dan bawang merah. Sementara beberapa komoditas relatif stabil seperti beras, Minyakita, daging sapi, dan pisang.

Di sisi lain, sejumlah bahan pangan justru mengalami penurunan harga dibanding rata-rata April 2026, di antaranya daging ayam ras, telur ayam ras, bawang putih, gula pasir, dan jeruk.

Ayub menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Pacitan terus memperkuat koordinasi dengan instansi terkait guna menjaga kestabilan pasokan dan harga kebutuhan masyarakat.

“Kami terus berupaya menjaga keterjangkauan harga melalui pemantauan pasar, koordinasi distribusi, serta pengendalian inflasi daerah agar daya beli masyarakat tetap terjaga,” pungkasnya.(Red/yun).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button