Malam Ketiga Ramadan, KH Mahmud: Malaikat Penyangga Arsy Beri Dukungan bagi Hamba yang Gemar Beramal Saleh
"Pada malam ketiga ini, para malaikat penyangga Arsy seakan menyerukan semangat kepada orang-orang beriman untuk terus beramal saleh. Seruan itu menjadi energi ruhani yang menguatkan hati, sehingga ibadah yang dijalankan ke depan akan terasa lebih nikmat dan ringan"

Pacitan,JBM.co.id-Suasana Ramadan kian terasa khusyuk memasuki malam ketiga. Pendakwah yang juga menjabat sebagai Inspektur pada Inspektorat Pacitan, KH Mahmud, menyampaikan keistimewaan salat tarawih di malam ketiga Ramadan yang sarat dengan kemuliaan dan motivasi spiritual bagi umat Islam.
Menurut KH Mahmud, pada malam ketiga Ramadan, Allah SWT menghadirkan dukungan istimewa bagi hamba-Nya yang bersungguh-sungguh dalam ibadah. Ia menjelaskan bahwa para malaikat penyangga Arsy memberikan seruan dukungan kepada manusia agar terus memperbanyak amal saleh.
“Pada malam ketiga ini, para malaikat penyangga Arsy seakan menyerukan semangat kepada orang-orang beriman untuk terus beramal saleh. Seruan itu menjadi energi ruhani yang menguatkan hati, sehingga ibadah yang dijalankan ke depan akan terasa lebih nikmat dan ringan,” ujar KH Mahmud, Jum’at (20/2/2026).
Ia menambahkan, momentum tersebut hendaknya dimanfaatkan umat Islam untuk memperbaiki kualitas ibadah, baik yang bersifat wajib maupun sunnah, seperti tarawih, tadarus Al-Qur’an, sedekah, dan memperbanyak istighfar.
Lebih lanjut, KH Mahmud menyampaikan bahwa salah satu keutamaan malam ketiga Ramadan adalah dilunturnya dosa-dosa hamba yang bersungguh-sungguh dalam taubat dan ibadah. “Dengan niat yang tulus dan keikhlasan, Allah SWT akan melunturkan dosa-dosa yang telah lalu. Ini menjadi kesempatan emas untuk memulai lembaran baru yang lebih bersih,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan agar umat Islam tidak sekadar menjalankan tarawih sebagai rutinitas, tetapi menghadirkan hati dan kesadaran penuh akan kebesaran Allah SWT. Menurutnya, kenikmatan beribadah bukan hanya dirasakan saat Ramadan, tetapi dapat terus terbawa hingga bulan-bulan berikutnya apabila dijalani dengan kesungguhan sejak awal.
Menutup pernyataannya, KH Mahmud mengajak masyarakat Pacitan untuk menjadikan malam-malam awal Ramadan sebagai fondasi spiritual yang kuat. “Mari kita jadikan malam ketiga ini sebagai titik awal kebangkitan iman, agar ibadah kita semakin nikmat dan dosa-dosa kita diampuni oleh Allah SWT,” pungkasnya.(Red/yun).



