Cipta Kondisi Jelang Ramadhan 1447 H, Bakesbangpol Pacitan Imbau Masyarakat Jaga Kondusivitas
"Rontek Gugah Sahur merupakan budaya yang sudah mengakar dan menjadi tradisi masyarakat Pacitan setiap bulan Ramadhan. Tradisi ini adalah kearifan lokal yang harus kita lestarikan"

Pacitan,JBM.co.id-Menjelang Bulan Suci Ramadhan 1447 H /2026 M, Pemerintah Kabupaten Pacitan melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban agar tetap aman dan kondusif.
Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik Bakesbangpol Pacitan, Ratna Budiono, menegaskan bahwa Ramadhan merupakan momentum penting bagi umat Islam yang harus dijaga kesuciannya dengan menciptakan suasana yang tertib dan harmonis di tengah masyarakat.
“Rontek Gugah Sahur merupakan budaya yang sudah mengakar dan menjadi tradisi masyarakat Pacitan setiap bulan Ramadhan. Tradisi ini adalah kearifan lokal yang harus kita lestarikan,” ujar Ratna, Kamis (12/2/2026).
Namun demikian, ia mengingatkan agar para penggiat Rontek Gugah Sahur tidak mencederai tradisi tersebut dengan tindakan-tindakan negatif yang dapat mengganggu ketertiban umum. Menurutnya, pelestarian budaya harus berjalan seiring dengan tanggung jawab menjaga keamanan dan kenyamanan bersama.
Selain itu, Ratna juga mengimbau para pelaku UMKM, khususnya di sektor kuliner, untuk tetap menghormati masyarakat yang menjalankan ibadah puasa dengan menyesuaikan operasional usahanya secara bijak.
“Ini bentuk saling menghormati dan menjaga toleransi antarwarga selama bulan suci,” tambahnya.
Terkait operasional tempat hiburan malam, Bakesbangpol menegaskan agar pengelola mematuhi Surat Edaran Pemerintah Kabupaten Pacitan, yakni diperbolehkan buka mulai pukul 21.00 WIB hingga 24.00 WIB.
Ratna juga mengingatkan masyarakat untuk tidak menyalakan petasan, mercon, long pendem, maupun sejenisnya yang dapat mengganggu ketertiban serta membahayakan keselamatan.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Pacitan untuk meningkatkan kewaspadaan dengan melakukan deteksi dini, memperkuat komunikasi, serta segera melaporkan apabila terdapat hal-hal mencurigakan kepada pihak terkait.
“Kondusivitas wilayah adalah tanggung jawab kita bersama. Dengan komunikasi yang baik dan tindakan cepat, potensi gangguan bisa kita cegah sejak dini,” tegasnya.
Sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat, diharapkan Bulan Suci Ramadhan 1447 H dapat berlangsung dengan aman, damai, dan penuh kekhusyukan di Kabupaten Pacitan.(Red/yun).




