Jejak Sejarah Kerajaan Kawiyapura Puri Bekak, Cikal Bakal Mengwi di Badung

Jbm.co.id-BADUNG | Sejarah Bali menyimpan banyak babad kerajaan yang belum banyak diketahui publik, salah satunya Kerajaan Kawiyapura Puri Bekak yang diyakini pernah berdiri di wilayah Banjar Pande, Desa Adat Mengwi, Kabupaten Badung.

Kerajaan ini memiliki peran penting dalam perjalanan politik dan dinasti Bali kuno sebelum akhirnya wilayahnya berubah nama menjadi Mengwi.
Berdasarkan babad dan catatan turun-temurun, raja pertama Kerajaan Kawiyapura Puri Bekak adalah I Gusti Agung Putu. Pusat kerajaan berada di kawasan timur Kantor Perbekel Mengwi hingga sisi barat Telaga Taman Ayun. Raja pertama ini dikenal pula dengan gelar I Gusti Agung Blambangan dan I Gusti Agung Bima Sakti, yang disebut pernah menaklukkan wilayah Belambangan di Jawa Timur.
Dalam sejarah pernikahan politik, raja pertama memiliki dua permaisuri, yakni I Gusti Ayu Panji, putri dari Raja Buleleng I Gusti Panji Sakti, serta istri kedua Gung Mas dari Petang. Dari garis keturunan inilah dinasti Kawiyapura berlanjut hingga delapan generasi.
Delapan Raja dalam Dinasti Kawiyapura
Setelah wafatnya raja pertama, tampuk kekuasaan dilanjutkan oleh putranya I Gusti Agung Putu Alangkajeng sebagai raja kedua. Gelar Alangkajeng kemudian terus digunakan hingga raja kelima, sebagai penanda tempat penggemblengan calon raja di Puri Kesatrian, wilayah Banjar Alangkajeng, barat Pura Taman Sari.

Urutan raja-raja Kawiyapura Puri Bekak adalah:
I Gusti Agung Putu
I Gusti Agung Putu Alangkajeng
I Gusti Agung Ketut Alangkajeng
I Gusti Agung Nyoman Alangkajeng
I Gusti Agung Made Alangkajeng
I Gusti Agung Made Munggu
I Gusti Ayu Oka (raja putri)
I Gusti Agung Mayun
Menariknya, raja ketujuh adalah seorang perempuan, yakni I Gusti Ayu Oka, yang naik tahta, setelah suaminya I Gusti Agung Made Munggu wafat, karena sakit.
Kepemimpinan perempuan ini menjadi catatan penting dalam sejarah kerajaan Bali.
Keruntuhan Kerajaan dan Perubahan Dinasti
Raja terakhir Kawiyapura adalah I Gusti Agung Mayun, putra dari I Gusti Agung Made Munggu dan I Gusti Ayu Oka dari Kaba-Kaba.
Pada masa pemerintahannya, Kerajaan Kawiyapura Puri Bekak ditaklukkan oleh gabungan kekuatan kerajaan-kerajaan besar Bali, seperti Badung, Gianyar, Tabanan dan Bangli.
Pasca penaklukan tersebut, terjadi pergantian pemerintahan dan dinasti disertai perubahan nama kerajaan dan tata letak puri.
Nama Kawiyapura Puri Bekak kemudian tidak lagi digunakan, dan wilayah itu dikenal sebagai Mengwi hingga sekarang.
Jejak Keturunan Masih Bertahan
Meski kerajaan telah runtuh, catatan sejarah menyebutkan bahwa keturunan asli trah raja kelima, I Gusti Agung Made Alangkajeng, masih bertempat tinggal di Banjar Batu, Desa Adat Mengwi.
Keberadaan ini diperkuat dengan prasasti Pangeran Made Asak, yang disebut menanggalkan gelar kebangsawanan demi menyelamatkan garis keturunan, setelah kembali dari persembunyian.
Walau tatanan fisik Puri Bekak telah berubah akibat penaklukan kerajaan-kerajaan besar Bali, jejak sejarah Kawiyapura Puri Bekak tetap hidup melalui babad, prasasti dan garis keturunan yang masih ada hingga kini. (red).



