BaliBeritaDaerahDenpasarKesehatanSosial

12 Tahun PakabarBali Konsisten Aksi Kemanusiaan Perkuat Stok Darah di Bali

Jbm.co.id-DENPASAR | Ketua Umum PakabarBali Cin Hiung menyatakan Pakabarbali telah berdiri selama 12 tahun dan menaungi lebih dari 500 kepala keluarga perantau asal Kalimantan Barat di Bali.

Pembentukan Pakabarbali ini bertujuan merangkul perantau-perantau dari Kalimantan Barat yang berdomisili di Bali untuk ikut bergabung menjadi satu kesatuan dalam kegiatan sosial, salah satunya Donor Darah.

Mengingat, kebutuhan darah melonjak di Bali seiring meningkatnya layanan kesehatan menjadi perhatian serius PakabarBali.

Untuk itu, Pakabarbali menggelar kegiatan Donor Darah berkolaborasi dengan Perhimpunan Donor Darah Indonesia (PDDI) Provinsi Bali dan Pasraman Sarva Dharma Denpasar di Sekretariat PakabarBali, Jalan Pakabarbali Nomor 1 Gunung Soputan, Denpasar, Minggu, 1 Pebruari 2026.

Foto: Pakabarbali menggelar kegiatan Donor Darah berkolaborasi dengan Perhimpunan Donor Darah Indonesia (PDDI) Provinsi Bali dan Pasraman Sarva Dharma Denpasar di Sekretariat PakabarBali, Jalan Pakabarbali Nomor 1 Gunung Soputan, Denpasar, Minggu, 1 Pebruari 2026.

Wakil Ketua Umum II PakabarBali sekaligus Ketua Panitia, Tjen Tjhin Khoi menegaskan bahwa donor darah merupakan agenda rutin PakabarBali yang dilaksanakan tiga kali dalam setahun.

“Harapannya semoga dengan Donor Darah ini bisa membantu kepedulian kemanusiaan,” kata Tjen Tjhin Khoi.

Sementara itu, Ketua Sosial PakabarBali Ajiu Sumantri menambahkan, selain donor darah, PakabarBali juga aktif melakukan berbagai kegiatan bakti sosial yang menyasar panti jompo, panti asuhan hingga masyarakat di daerah pedalaman.

“Donor Darah kami lakukan awal tahun, yaitu bulan Januari, lalu bulan Juni (14 Juni) Hari Donor Darah se-dunia dan akhir tahun, pada bulan Desember menjelang Hari Raya Natal,” kata Ajiu Sumantri.

Memperkuat strategi pemenuhan stok darah, PakabarBali melakukan kolaborasi dengan Pasraman Sarva Dharma Denpasar dan juga Yayasan Tatar Parahyangan Bali.

Ketua Pasraman Sarva Dharma Denpasar, Made Ratnadi, SE., sekaligus Ketua Yayasan Tatar Parahyangan Bali menyatakan kegiatan kemanusiaan ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari TNI-Polri, komunitas spiritual hingga generasi muda.

Antusiasme peserta terlihat sejak pagi hari yang menandakan kesadaran kolektif masyarakat Bali terhadap pentingnya ketersediaan darah bagi pelayanan kesehatan.

Made Ratnadi, SE., selaku Ketua Pasraman Sarva Dharma Denpasar, sekaligus Ketua Yayasan Tatar Parahyangan Bali menjelaskan selain PDDI Bali dan Pakabarbali, pihaknya dari Pasraman Sarva Dharma Denpasar melakukan kegiatan Donor Darah bersinergi dengan Raider 900/ SBW dan juga Polsek Denpasar Barat (Denbar).

Menurut Made Ratnadi, kegiatan donor darah ini juga menjadi bagian dari persiapan menyambut Hari Raya Imlek pada 17 Pebruari 2026 dan Hari Raya Nyepi 2026 dengan target pengumpulan 300 kantong darah.

Untuk itu, kegiatan Donor Darah tersebut menjadi momentum awal tahun sekaligus rangkaian menyambut Tahun Baru Imlek dan Hari Raya Nyepi, dengan semangat mempererat persatuan dan kesatuan melalui aksi nyata.

“Mudah-mudahan bisa tercapai target Donor Darah untuk saat ini. Nah, ini tim kami dari Pasraman Sarva Dharma Denpasar dan Yayasan Tatar Parahyangan Bali sangat semangat dan berterima kasih atas kesuksesan relawan kami berdonor darah,” kata Made Ratnadi.

Sementara itu, Ketua PDDI Bali Ketut Pringgantara menyampaikan bahwa PDDI Bali dibawah pimpinannya sungguh berbahagia, karena awal tahun 2026 terus bergerak cepat menggandeng sejumlah komponen masyarakat.

“Hari ini antusiasme masyarakat sungguh luar biasa dan kebahagiaan kita bersama ini harus tersambung dengan penuh sukacita melalui kegiatan Donor Darah,” kata Ketut Pringgantara.

Ketut Pringgantara juga mengapresiasi peran Pakabarbali sebagai komunitas perantau asal Kalimantan Barat yang aktif terlibat dalam kegiatan sosial di Bali.

“Itu masyarakat perantauan dari Kalimantan Barat yang sangat luar biasa dedikasinya dalam kegiatan Donor Darah,” terangnya.

Ketut Pringgantara mengungkapkan bahwa kebutuhan darah di Bali terus meningkat, terutama setelah beroperasinya Bali International Hospital. Saat ini, kebutuhan darah mencapai lebih dari 150 kantong per hari atau sekitar 6.000 kantong per bulan, mencakup seluruh golongan darah, termasuk Rhesus Negatif dan Rhesus Positif.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, PDDI Bali mengembangkan berbagai program jemput bola seperti PDDI Goes to Kampus, Goes to Milenial, Goes to Gereja, Goes to Masjid, dan komunitas lainnya, seiring keberadaan lebih dari 78 rumah sakit dan fasilitas kesehatan di Bali.

“Saya letakkan tanggung jawab juga kepada media untuk bisa menyampaikan informasi yang baik ini, agar kebutuhan darah dan kuota darah selalu terpenuhi untuk membantu masyarakat,” tambahnya.

Dukungan juga datang dari unsur TNI. Danyonif Raider 900/SBW Ari Murwanto mengatakan pihaknya mengerahkan prajurit dan Persit untuk ikut mendonorkan darah.

“Itu sebagai stok darah buat PMI agar lebih siap, apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dari masyarakat di Provinsi Bali,” kata Ari Murwanto. (ace).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button