Trade Expo Indonesia 2025 Bikin Bambu dan Kopi Khas Bangli Perluas Pasar Global Bangkitkan Ekonomi Daerah

Jbm.co.id-JAKARTA | Kabupaten Bangli turut berpartisipasi, dalam ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2025 di Jakarta, Jumat, 17 Oktober 2025.
Dalam ajang TEI 2025, Kabupaten Bangli menampilkan dua komoditas unggulan, yaitu produk bambu dan kopi khas Bangli.
Partisipasi ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangli untuk memperluas pasar dan memperkenalkan produk Industri Kecil Menengah (IKM) Binaan ke level nasional hingga internasional.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Bangli, Nasrudin menegaskan bahwa keikutsertaan IKM Bangli dalam event bisnis internasional ini memberikan banyak manfaat, termasuk semakin meluasnya promosi potensi IKM Bangli tidak hanya di pasar regional dan nasional, tetapi juga di pasar internasional.
Sebanyak 10 IKM dari Sentra IKM Bambu di Kayumba, Kecamatan Susut dan Sentra IKM Kopi di Desa Catur, Kecamatan Kintamani turut serta dalam ajang ini.
“Kami berharap terjadi transaksi maupun kontrak bisnis antara IKM Bangli dengan mitra atau buyer dalam event Trade Expo di BSD City Tangerang itu,” kata Nasrudin.
Selain mengikuti TEI 2025, Delegasi Bangli juga mengikuti temu bisnis dengan buyer dari berbagai negara. Temu bisnis untuk komoditas kopi dilaksanakan di Bogor, sementara untuk bisnis bambu di Parung.
Sejumlah transaksi dan kesepakatan awal dengan calon pembeli telah tercapai, meskipun pengiriman produk masih memerlukan proses lanjutan.
“Sudah ada komitmen dari buyer, meskipun belum bisa langsung diekspor karena masih ada tahapan administrasi dan teknis yang harus diselesaikan,” ujarnya.
Pada ajang TEI 2025, Pemkab Bangli mempersembahkan berbagai produk IKM bambu dan IKM kopi Bangli di Trade Expo Indonesia, termasuk aneka anyaman bambu (besek, tas dan kap lampu) serta kerajinan kreatif berbahan bambu (patung ikan, burung) serta produk kopi bubuk dalam berbagai kemasan.
Kegiatan ini dibiayai melalui APBD Bangli dengan dukungan dana non-fisik dari Kementerian Perindustrian, dengan total anggaran mencapai Rp400 juta. Dana tersebut digunakan untuk partisipasi di Trade Expo serta dua kegiatan temu bisnis di Bogor dan Jakarta.
Nasrudin menegaskan bahwa mengikutsertakan pelaku IKM dalam promosi seperti di Trade Expo Indonesia 2025 merupakan salah satu usaha dan komitmen Pemkab Bangli dalam memberdayakan dan meningkatkan kapasitas IKM.
“Tujuan utama kami bukan hanya menjual, tapi memperkenalkan produk unggulan Bangli kepada buyer luar negeri agar ke depan bisa terjadi transaksi ekspor yang berkelanjutan,” tambahnya.
Ia juga menyebutkan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari strategi membangkitkan ekonomi daerah melalui penguatan sektor UMKM dan IKM.
“Dengan adanya komitmen dan kontak dagang yang terjalin, Pemkab Bangli optimistis ekonomi Bangli dapat tumbuh melalui sektor ini,” tutupnya. (S Kt Rcn).




