Tantangan Besar Bagi DLH Pacitan, Terkait Pengelolaan Pohon Ayoman Yang Rawan Tumbang
Kadis DLH Pacitan: "Perlu ada pertimbangan matang untuk menjaga keseimbangan antara keselamatan warga dan pelestarian lingkungan"

Pacitan,JBM.co.id- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pacitan, tengah dihadapkan pada tantangan besar dalam mengelola pohon-pohon tua yang rawan tumbang.
Namun disisi lain mereka juga harus menjaga kelestarian lingkungan. Mengingat, pohon ayoman merupakan penghasil oksigen (O2) dan sebagai paru-paru kota.
Menurut Kepala DLH Pacitan, Cicik Rudhlotul Jannah, pemotongan pohon ayoman tidak bisa dilakukan sembarangan. “Perlu ada pertimbangan matang untuk menjaga keseimbangan antara keselamatan warga dan pelestarian lingkungan,” kata Cicik, Kamis (13/11/2025).
Menurut Cicik, keberadaan pohon ayoman yang rawan tumbang memang sulit diprediksi, apalagi lokasinya yang sporadis dan tidak bergerombol.
Meskipun, upaya perawatan dan pemantauan secara periodik sudah dilakukan. Namun, tetap saja ada risiko yang tidak bisa dihindari. “Kita selalu siagakan tim reaksi cepat ketika ada informasi pohon ayoman yang tumbang,” jelasnya.
Cicik mengatakan, langkah preventif yang bisa dilakukan yaitu, seperti memangkas dahan atau ranting. Upaya ini bisa membantu mengurangi risiko pohon tumbang. Perapian dan pemangkasan secara rutin juga penting untuk menjaga keseimbangan pohon.
“DLH berupaya menghindari potong bawah. Yang diutamakan yaitu perapian dan pemangkasan, saat musim hujan. Kalau kemarau kita hindari, karena rawan mati,”bebernya.
Masih di kesempatan yang sama, Cicik mengungkapkan, pohon-pohon seperti maoni, angsana, trembesi, tabe buya, dan glodok memang sering ditanam sebagai pohon ayoman karena memiliki tajuk yang rindang dan dapat memberikan keteduhan yang maksimal.(Red/yun).



