BeritaDaerahPemerintahanPendidikanSeni BudayaSosial

Sekda Maulana Heru Sampaikan Filosofi “Babar Tumangkar” Sebagai Fondasi Dalam Penataan Birokrasi. Begini Penjelasannya

"Penerapan filosofi Babar Tumangkar mendorong seluruh perangkat daerah untuk bekerja lebih kolaboratif, transparan, dan akuntabel"

Pacitan,JBM.co.id- Sekretaris Daerah (Sekda) Pacitan, Maulana Heru Wiwoho Supadi Putro, menyampaikan filosofi “Babar Tumangkar” sebagai landasan dalam penataan birokrasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pacitan.

Filosofi tersebut dinilai relevan untuk menjawab tantangan tata kelola pemerintahan yang semakin dinamis.

Menurut Sekda Heru, Babar Tumangkar dimaknai sebagai keberanian untuk membuka diri dan bertumbuh.

Babar berarti membuka sekat-sekat yang selama ini menjadi penghambat kinerja birokrasi, baik berupa ego sektoral, pola pikir lama, maupun regulasi yang sudah tidak adaptif.

Sementara Tumangkar diartikan sebagai tumbuh dan berkembangnya sistem birokrasi menuju arah yang lebih profesional dan melayani.

“Penataan birokrasi tidak cukup hanya dengan pembenahan struktur. Yang lebih penting adalah perubahan mindset aparatur agar mau beradaptasi dan berinovasi,” ujar Sekda Heru, usai mengikuti kegiatan Car Free Day, Ahad (14/12/2025).

Ia menegaskan, penerapan filosofi Babar Tumangkar mendorong seluruh perangkat daerah untuk bekerja lebih kolaboratif, transparan, dan akuntabel.

Aparatur sipil negara diharapkan mampu keluar dari zona nyaman dan mengedepankan kepentingan pelayanan publik di atas kepentingan sektoral.

Dengan semangat Babar Tumangkar, Pemerintah Kabupaten Pacitan berkomitmen mewujudkan birokrasi yang tidak hanya tertib secara administrasi, tetapi juga matang dalam budaya kerja.

“Tujuannya, menghadirkan pelayanan publik yang cepat, responsif, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tukasnya.(Red/yun).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button