Ki Gondomono Dorong Dokter Daru Mustikoaji Jadi Sekda Pacitan: “Piawai Menata Anggaran Seperti Meracik Obat”
"Seorang Sekda harus jeli dan piawai dalam meracik kebijakan. Sama halnya dokter yang memberi obat untuk kesembuhan. Jika ada hal yang membahayakan, beliau juga tentu gesit menyediakan penawar"

Pacitan,JBM.co.id-Tokoh pemuda dan pegiat pencak silat di Pacitan, Ki Gondomono, kembali menyampaikan pernyataan terbuka ke ruang publik terhadap sosok yang ia dorong menjadi Sekretaris Daerah (Sekda) Pacitan masa depan. Ia menyebut nama Daru Mustikoaji, dokter senior yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan.
Dalam pernyataannya, Gondomono mengatakan bahwa pengalaman panjang Daru di dunia medis membuatnya memiliki ketelitian, analisa kuat, serta ketepatan dalam mengambil keputusan. Ini kualitas personal yang menurutnya penting dimiliki seorang Sekda.
“Sebagai dokter senior, beliau terbiasa membaca keluhan pasien, mendiagnosis masalah, lalu memberi resep obat yang tepat,” ujar Ki Gondomono saat ditemui wartawan, Sabtu (20/12/2025).
Analogi serupa, lanjutnya, dapat diterapkan dalam dunia birokrasi. Jika dipercaya memimpin Sekretariat Daerah, Daru dinilai akan memiliki kemampuan menyusun rencana strategis dan penataan anggaran yang berpihak pada pelayanan publik.
“Seorang Sekda harus jeli dan piawai dalam meracik kebijakan. Sama halnya dokter yang memberi obat untuk kesembuhan. Jika ada hal yang membahayakan, beliau juga tentu gesit menyediakan penawar,” ungkapnya.
Selain itu, Gondomono menyebut latar belakang Daru sebagai birokrat kesehatan dan keterlibatannya dalam penanganan berbagai program publik menjadi modal penting untuk menduduki jabatan strategis tersebut.
Sementara itu hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Pemerintah Kabupaten Pacitan terkait proses penjaringan Sekda berikutnya. Sementara itu, Daru Mustikoaji belum memberikan respons langsung atas dukungan yang disampaikan Ki Gondomono.
Pengamat pemerintahan lokal yang pernah ditemui awak media menilai bahwa dukungan tokoh masyarakat terhadap figur calon Sekda menunjukkan meningkatnya perhatian publik pada proses penentuan posisi birokrasi tertinggi di daerah setelah bupati dan wakil bupati.
Posisi Sekda dianggap kunci dalam menetapkan arah perumusan kebijakan, pengelolaan anggaran, hingga koordinasi antarorganisasi perangkat daerah.
Proses seleksi Sekda biasanya melalui tahap terbuka dan harus mengacu pada peraturan perundangan, sehingga setiap dukungan publik terhadap kandidat tertentu tetap harus menunggu proses administratif dan keputusan resmi pemerintah daerah.
Jika rekomendasi Ki Gondomono benar-benar berpengaruh, maka proses tersebut dapat menjadi dinamika penting menjelang pergantian Sekda Pacitan di 2027 nanti.(Red/yun).




