BadungBaliBeritaDaerahPemerintahanSeni Budaya

Ketua Komisi IV DPRD Badung Graha Wicaksana Apresiasi Keterlibatan Undagi Lokal di Festival Ogoh-Ogoh Badung 2026

Jbm.co.id-BADUNG | Festival Ogoh-Ogoh Badung 2026 mulai menunjukkan geliat kreativitas generasi muda. Sejak dua bulan terakhir, para Yowana di berbagai Sekaa Teruna Teruni (STT) di Kabupaten Badung telah memulai proses pembuatan ogoh-ogoh, menandai antusiasme tinggi menjelang perayaan Nyepi.

Ketua Komisi IV DPRD Badung, I Nyoman Graha Wicaksana menyampaikan dukungan penuh terhadap semangat dan kreativitas para Yowana. Ia menilai keterlibatan aktif STT dalam penggarapan ogoh-ogoh merupakan wujud nyata pemberdayaan seniman, kreator dan undagi lokal Badung.

“Hal ini tentu saja, memberikan ruang para seniman, kreator dan undagi lokal Badung untuk menunjukan ide kreativitas garapan terbaik,” kata Graha Wicaksana, saat diwawancarai awak media di Kabupaten Badung, Minggu, 18 Januari 2026.

Selain itu, Graha Wicaksana juga mengapresiasi kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung, terutama Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung yang mengutamakan keterlibatan sumber daya lokal dalam proses pembuatan ogoh-ogoh.

Hal tersebut membuktikan bahwa ajang kreativitas STT ini menjadi program prioritas utama dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung.

“Kami sangat mendukung hal tersebut, apalagi dana motivasi dinaikkan menjadi Rp 40 juta. Bahkan, kegiatan ogoh-ogoh ini mengutamakan seniman, kreator dan Undagi yang berasal dari Kabupaten Badung,” kata Graha Wicaksana.

Melalui pelaksanaan Festival Ogoh-Ogoh Badung 2026, Graha Wicaksana berharap kedepan akan tumbuh lebih banyak seniman dan undagi lokal di setiap banjar di Kabupaten Badung seiring dengan meningkatnya pengalaman dan kreativitas generasi muda dalam seni pembuatan ogoh-ogoh tersebut.

“Hal itu akan muncul seniman, kreator dan undagi di setiap banjar, yang ada di Kabupaten Badung,” kata Graha Wicaksana.

Dukungan serupa juga disampaikan oleh seniman, kreator, sekaligus undagi muda asal ST Yowana Giri, Banjar Tegal Kuta, I Made Adi Dwi Cahaya Putra. Pria yang akrab disapa De Adi ini menilai kebijakan keterlibatan undagi lokal Badung memberikan ruang besar bagi pengembangan kreativitas STT.

“Sebenarnya, di Kabupaten Badung pasti ada bibit bibit seniman, kreator dan undagi asal Badung cuma karena mereka belum diberi kesempatan dan belum diberi wadah, maka dari itu masih sedikit seniman di Badung yang terlihat di sosial media,” kata De Adi.

Ia menjelaskan, penggarapan ogoh-ogoh di STT Yowana Giri sepenuhnya dilakukan secara mandiri oleh anggota STT, mulai dari konsep dasar hingga tahap akhir, termasuk pewarnaan dan penambahan aksesoris.

Sebagai bentuk dukungan konkret, Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Kebudayaan telah mengalokasikan dana motivasi sebesar Rp 40 juta untuk seluruh STT di Kabupaten Badung guna mendukung proses kreatif penggarapan ogoh-ogoh. (red).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button