BeritaDaerahDenpasarLingkungan HidupPemerintahan

Kemelut Sampah!!! PII Badung Dampingi Heru Uji Coba Mesin Autothermix Ramah Lingkungan di Bali

Jbm.co.id-DENPASAR | Indonesia menghadapi krisis sampah yang semakin mengkhawatirkan. Untuk itu, Persatuan Insinyur Indonesia (PII) memberikan solusi kemelut sampah.

Data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) 2024 menunjukkan timbulan sampah mencapai 56,63 juta ton per tahun. Begitu pula, sampah Bali yang menumpuk di TPA Suwung yang mengancam citra pariwisata internasional Pulau Dewata.

Bahkan, Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan untuk mengakselerasi penanganan sampah secara menyeluruh sebelum 2029.

Foto: Ketua Pengurus Cabang (PC) Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Badung Ir. Ketut Wiranata, ST.,MSi.,IPM.,ASEAN Eng mendampingi Dr. Ir. Heru Dewanto, ST, M.Sc.(Eng.), IPU, mantan Ketua Umum PII yang juga dikenal sebagai seorang profesional di bidang infrastruktur melakukan uji coba mesin Autothermix di TPS3R KSM Sekar Tanjung, Denpasar, Senin, 14 Juli 2025.

Menyikapi hal tersebut, PII menghadirkan produk ciptaan bangsa sendiri dalam menangani sampah yang ramah lingkungan.

Dengan menawarkan karya berupa mesin pemusnah sampah bernama Autothermix, maka sampah yang diselesaikan langsung dari hulu, di tingkat lingkungan atau kawasan, berdekatan. Bahkan, proses pengolahan sampah bisa menghasilkan cuan atau untung melalui karbon kredit.

Disebutkan, kehadiran Autothermix tidak memerlukan lahan ribuan hektar, seperti TPA. Instalasi Autothermix tidak membutuhkan lahan luas dan bisa beroperasi selama 24 jam.

Autothermix cocok untuk perkotaan atau perumahan yang tidak memiliki lahan yanh luas.

Tak hanya itu, Ketua Pengurus Cabang (PC) Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Badung Ir. Ketut Wiranata, ST.,MSi.,IPM.,ASEAN Eng mendampingi Dr. Ir. Heru Dewanto, ST, M.Sc.(Eng.), IPU, mantan Ketua Umum PII yang juga dikenal sebagai seorang profesional di bidang infrastruktur melakukan uji coba mesin Autothermix di TPS3R KSM Sekar Tanjung, Denpasar, Senin, 14 Juli 2025.

Uji coba tersebut langsung dilakukan oleh Teknisi Autothermix Yadi Mulyadi. Sebelumnya, juga Wakil Ketua Umum (WKU) Bidang Industri Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Ir. Faisal Safa, ST.,MT.,IPU.,ASEAN ENG., ACPE sudah menyampaikan kepada Gubernur Bali Wayan Koster, beberapa waktu lalu, setelah mengikuti Peringatan HUT PII Ke-73 TH yang diselenggarakan PII Badung.

Pada kesempatan tersebut, PII Badung juga menggelar Seminar Nasional dengan tema “Peran Insinyur Mendorong Pembangunan Bali Yang Humanistik Berkelanjutan Nangun Sad Kerthi Loka Bali”, yang akan diselenggarakan di Auditorium Universitas Hindu Indonesia (UNHI), pada 30 Juni 2025.

Produk mesin Autothermix berteknologi hasil karya PPI sudah disosialisasikan di Kementerian Lingkungan Hidup (LH) RI.

Mengingat, persoalan bangsa lagi krusial  terkait masalah sampah yang semestinya bisa segera diselesaikan.

Terlebih lagi, sejak Orde Baru hingga saat ini penumpukan sampah tidak pernah turun dan volumenya terus meningkat hingga menembus 65 juta ton.

Sesuai pernyataan Menteri LH RI saat Hari Lingkungan Hidup Sedunia disebutkan sampah berhasil  dikelola hanya 10 persen. Selebihnya gagal dikelola dengan baik.

“Artinya bisa saja tidak ke TPA bisa saja buangnya di sungai atau di laut dan sebagainya. Ini persoalan harus diselesaikan insinyur,” kata Faisal.

Anehnya, para insinyur hanya melakukan sertifikasi terus menerus, malah tidak melakukan aksi nyata sebagai seorang yang menciptakan produk industri.

“Insinyur itu khan pencipta tidak selesai dengan sertifikasi insinyur profesional atau sertifikasi program profesi insinyur dan sebagainya, tapi harus diimplementasikan menjadi sebuah produk industri yang dibutuhkan oleh bangsa sendiri,” tambahnya.

Bahkan, pihaknya sudah membuat produk industri yang diharapkan bisa stop impor jika memang dibutuhkan  oleh Pemerintah Daerah, yang bisa dimulai dari Provinsi Bali.

“Produk kami sudah ada di Bali yang bisa dijadikan Piloting untuk bisa di replikasi di daerah-daerah lainnya dengan persoalan yang sama,” urainya.

Hal tersebut sudah dideklarasikan oleh Pemerintah agar tidak membuang sampah di TPA, sehingga harus diselesaikan di hulu. Contoh konkretnya seperti saat ini permasalahan sampah sulit diatasi, karena diduga ada “Mafia Sampah”, tapi sebenarnya tidak ada produk termuktahir  yang hadir untuk memecahkan kemelut sampah.

Oleh karena tidak bisa diatasi sampah, maka hadirlah kelompok-kelompok  yang disebut “Mafia Sampah”, sehingga ada tiga masalah utama yang harus  dicarikan solusinya, yakni sampah, transportasi dan pariwisata.

“Saya pikir dua masalah diambil peran oleh PII, yaitu masalah transportasi dan sampah,” tegasnya.

Patut diketahui, bahwa Faisal Safa dikenal sebagai tokoh keinsinyuran yang memiliki rekam jejak gemilang di berbagai sektor insfratruktur dan teknologi. Diharapkan karya insinyur bisa hadir sebagai solusi sampah dengan teknologi ramah lingkungan.

Selain itu, biaya operasionalnya juga rendah, membutuhkan Rp 40 ribu per ton sampah.

Sementara itu, Ketua PII Badung Ketut Wiranata mengatakan, insinyur hadir untuk mengatasi masalah. Diharapkan Pemerintah tidak ragu menggandeng PII dalam menyelesaikan persoalan sampah yang ramah lingkungan.

Sosialisasi terus digencarkan agar banyak pihak menggunakan sehingga tidak lagi menumpuk di TPA. “Autothermix luar biasa, selesaikan sampah tanpa masalah,” ungkapnya.

Pendanaan akan menggunakan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) sebagaimana penjelasan WKU Bidang Industri Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Faisal Safa.

Rencana itu sudah dijajaki di Jakarta, begitu Pemerintah dapat menggunakan anggaran dari Dinas Lingkungan Hidup. Saat ini, mesin Autothermix sudah digunakan di Bandung, Jawa Barat dan Serang, Banten.

Menariknya lagi, abu sisa pembakaran sekitar 6 persen dari total sampah bahkan bisa diproduksi menjadi bahan material bangunan, menciptakan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat sekitar. Rencana bisa dibuatkan patung, vas bunga dengan para pengerajin.

“Maka dari itu, kolaborasi antara masyarakat, pelaku usaha, dan pemerintah daerah diharapkan dapat mewujudkan percepatan penanganan sampah daerah dan nasional,” harapnya. (red/tim).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button